CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Masalah buruh, RSPO tangguhkan sertifikasi produsen CPO terbesar di dunia


Rabu, 15 Januari 2020 / 15:48 WIB
ILUSTRASI. Seorang pekerja mengumpulkan buah kelapa sawit di sebuah pabrik pengolahan di Sepang, pinggiran Kuala Lumpur, 18 Februari 2014.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

FGV Holdings juga gagal memastikan pekerja asing yang baru mereka rekrut tak membayar biaya perekrutan agen yang tidak perlu, dan telah mendapat pengarahan yang memadai tentang kondisi kerja di masa depan.

"Semua proses sertifikasi untuk unit FGV Holdings yang tidak bersertifikat telah ditangguhkan," sebut RSPO.

Juru bicara FGV Holding kepada Reuters mengatakan, perusahaannya akan mengajukan banding atas keputusan tersebut dan mencari klarifikasi lebih lanjut dari RSPO.

Baca Juga: Soal CPO, Mahathir: Saya tetap menentang hal yang salah, kendati merugikan negara

RSPO adalah asosiasi nirlaba yang menyatukan para pemangku kepentingan dari tujuh sektor industri minyak sawit, yang bertujuan mempromosikan penggunaan produk berkelanjutan. Banyak pembeli di Eropa yang menjadikan sertifikat RSPO sebagai tolok ukur.

Tahun lalu, sekelompok organisasi non-pemerintah meminta pihak berwenang AS untuk melarang impor CPO dari FGV Holdings. Mereja juga mendesak penyelidikan atas FGV Holdings tentang dugaan kerja paksa dan perdagangan manusia di perkebunan milik perusahaan tersebut.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×