kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.135.000   50.000   1,62%
  • USD/IDR 16.894   85,00   0,51%
  • IDX 8.017   -218,65   -2,65%
  • KOMPAS100 1.125   -31,30   -2,71%
  • LQ45 812   -21,87   -2,62%
  • ISSI 286   -6,72   -2,30%
  • IDX30 429   -10,83   -2,46%
  • IDXHIDIV20 517   -9,75   -1,85%
  • IDX80 126   -2,90   -2,25%
  • IDXV30 141   -2,38   -1,66%
  • IDXQ30 138   -3,69   -2,61%

Ruang Angkasa Jadi Medan Perang Baru, Investasi Militer Melonjak Pesat


Senin, 02 Maret 2026 / 19:16 WIB
Ruang Angkasa Jadi Medan Perang Baru, Investasi Militer Melonjak Pesat


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ruang angkasa kini telah berkembang menjadi domain peperangan baru yang menuntut dominasi militer di setiap orbit. Hal ini disampaikan oleh CEO operator satelit asal Luksemburg, SES, Adel Al-Saleh, pada Senin (2/3), seiring lonjakan saham perusahaan sebesar 4% setelah merilis laporan kinerja tahunan.

Kenaikan saham tersebut mencerminkan tren yang lebih luas, yakni reli saham perusahaan pertahanan di Eropa di tengah meningkatnya konflik geopolitik di Timur Tengah.

Fokus Baru: Pertahanan Berbasis Antariksa

Menurut analis dari Citi, perhatian investor sektor pertahanan terhadap sistem pertahanan rudal berbasis ruang angkasa diperkirakan akan meningkat. Hal ini sejalan dengan inisiatif pertahanan luar angkasa yang didorong oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Baca Juga: Persaingan Miliarder AS Memanas, SpaceX dan Blue Origin Berlomba ke Bulan

Dalam pernyataannya, Al-Saleh menekankan bahwa kunci dari sistem militer modern yang berkembang pesat adalah kemampuan berbagi intelijen secara real-time lintas unit pertahanan.

Ia mencontohkan penggunaan jaringan satelit SES dalam operasi militer multinasional, termasuk misi armada laut Prancis di kawasan Pasifik tahun lalu yang mengandalkan konektivitas satelit untuk koordinasi strategis.

“Ruang angkasa kini menjadi domain pertempuran,” ujar Al-Saleh kepada investor.

“Militer sekarang menempatkan kapabilitas ruang angkasa setara dengan superioritas udara, kekuatan laut, maupun keamanan siber,” tambahnya.

Kedaulatan Digital Jadi Kebutuhan Baru

Salah satu keunggulan utama SES adalah kemampuannya menyediakan “irisan jaringan kedaulatan” (sovereign network slices), yaitu sistem komunikasi satelit yang sepenuhnya dikendalikan oleh pemerintah pengguna.

Layanan ini dinilai sejalan dengan meningkatnya kebutuhan otonomi strategis di kawasan Uni Eropa.

Menurut Al-Saleh, terdapat percepatan global dalam pembangunan kapabilitas ruang angkasa militer, terutama di Amerika Serikat dan Eropa.

Baca Juga: SpaceX Luncurkan Misi Crew-12 ke Stasiun Luar Angkasa Internasional

Ia juga menyebut bahwa kawasan Eropa kini mulai memandang ruang angkasa sebagai bagian penting dari target belanja pertahanan NATO, terutama dalam upaya membangun kemampuan pertahanan yang mandiri.

Konflik Percepat Investasi

Al-Saleh menilai prospek sektor ini sangat positif dan semakin terdorong oleh dinamika konflik global.

Namun, bahkan tanpa konflik sekalipun, pembangunan kapabilitas kedaulatan di ruang angkasa tetap menjadi prioritas bagi banyak negara.

Untuk itu, SES berencana melakukan integrasi vertikal secara agresif guna mengendalikan rantai pasok strategis yang krusial bagi inovasi teknologi.

Perusahaan juga tengah mengembangkan satelit dual-use, yang menggabungkan fungsi militer dan komersial sekaligus — sebuah langkah yang diyakini akan menjadi fondasi utama dalam ekosistem pertahanan masa depan berbasis antariksa.




TERBARU
Kontan Academy
Procurement Strategies for Competitive Advantage (PSCA) AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026

[X]
×