Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Mata uang Asia bergerak menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Kamis (3/9/2026). Rupiah Indonesia dan baht Thailand memimpin penguatan di kawasan.
Mengutip data Reuters, pada pukul 02.27 GMT atau 09.27 WIB, rupiah menguat 0,31% menjadi Rp 17.695 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp 17.750 per dolar AS.
Baca Juga: Perang Iran-AS Makin Panas, Serangan ke Pesta Pernikahan Tewaskan 4 Orang
Baht Thailand juga menguat 0,22% menjadi 33,095 baht per dolar AS dari sebelumnya 33,17 baht per dolar AS.
Penguatan terbesar lainnya dicatat yen Jepang yang naik 0,38% menjadi 158,10 yen per dolar AS. Dolar Singapura menguat 0,05% menjadi 1,270 per dolar AS, sedangkan won Korea Selatan naik 0,03% menjadi 1.358 won per dolar AS.
Peso Filipina menguat 0,09% menjadi 62,474 peso per dolar AS. Ringgit Malaysia naik 0,17% menjadi 4,036 ringgit per dolar AS.
Sementara itu, yuan China menguat tipis 0,02% menjadi 6,718 yuan per dolar AS.
Di sisi lain, dolar Taiwan melemah 0,04% menjadi 31,742 dolar Taiwan per dolar AS. Rupee India tercatat stabil di level 94,970 per dolar AS.
Baca Juga: Cyberport Hong Kong Buka Peluang dengan Indonesia, Lirik Fintech dan Smart City
Kinerja mata uang Asia sepanjang 2026
Meski menguat pada perdagangan Kamis, sejumlah mata uang Asia masih mencatat pelemahan terhadap dolar AS sepanjang tahun berjalan.
Rupiah tercatat melemah 5,79% dibandingkan posisi akhir 2025 yang berada di level Rp 16.670 per dolar AS.
Baht Thailand menjadi salah satu mata uang dengan pelemahan terbesar, yakni 4,97% sepanjang 2026. Peso Filipina melemah 5,88%, sedangkan rupee India turun 5,37%.
Yen Jepang juga melemah 0,92% sepanjang tahun berjalan. Dolar Taiwan turun 0,96%.
Baca Juga: Pasar Asia Rebound Kamis (3/9), Investor Menanti Sinyal The Fed dari Data NFP
Sementara itu, won Korea Selatan menjadi salah satu mata uang Asia dengan kinerja positif terbesar terhadap dolar AS. Won menguat 6,08% dibandingkan posisi akhir 2025.
Yuan China juga menguat 4,02%, sedangkan dolar Singapura naik 1,22%.
Ringgit Malaysia mencatat penguatan 0,50% sepanjang 2026.














