kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Rusia akan menjual perusahaan minyak


Selasa, 21 Juni 2016 / 11:28 WIB


Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Yudho Winarto

ST PETERSBURG. Butuh dana besar, Pemerintah Rusia akan menjual saham perusahaan milik negara ke China dan India. Privatisasi dilakukan karena Presiden Rusia Vladimir Putin butuh pendanaan untuk memenuhi belanja negara sebelum pemilihan umum digelar dua tahun mendatang.

Salah satu BUMN yang akan dijual adalah Rosneft Oil Co. Rusia akan melepas 19,5% saham perusahaan minyak ini. Dua sumber Bloomberg bilang, Rusia lebih suka investor asal China dan India yang membeli saham Rosneft.

Para pejabat Moskow berharap bisa meraih dana segar sekitar RUB 700 miliar atau setara dengan US$ 11 miliar dari privatisasi Rosneft. Jika rencana terwujud maka angka tersebut menjadi rekor privatisasi di Rusia.

Penjualan Rosneft bisa membantu Putin menutupi kekurangan dana sekaligus memperkuat posisi geopolitiknya di tengah konflik di Ukraina dan Suriah. Sebab konflik tersebut membuat hubungan Rusia dengan Amerika Serikat dan Eropa merenggang.

China dan India secara terbuka telah menyatakan minat atas penjualan saham Rosneft.  Tapi mereka belum ada kesepakatan apakah akan membeli bersama-sama atau sendiri. "Kami tidak bersaing," ujar Menteri Perminyakan India Dharendra Pradhan dalam wawancara di forum ekonomi tahunan Putin di St Petersburg.

Sinyal tersebut muncul lantaran India Oil & Natural Gas Corp (ONGC) dan China National Petroleum Corp (CNPC) memiliki proyek bersama.




TERBARU

[X]
×