kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45974,33   -17,61   -1.78%
  • EMAS991.000 0,71%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.12%

Rusia klaim Sputnik V sebagai vaksin Covid-19 paling aman di dunia


Minggu, 12 Desember 2021 / 10:05 WIB
Rusia klaim Sputnik V sebagai vaksin Covid-19 paling aman di dunia


Sumber: TASS | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - MOSKOW. CEO Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF) Kirill Dmitriev pada Kamis (9/12) mengklaim, Sputnik V buatan Rusia adalah vaksin Covid-19 paling aman di dunia saat ini.

Bukan cuma itu, dalam wawancaranya dengan harian Izvestia, Dmitriev juga meyakinkan, Sputnik V adalah vaksin Covid-19 paling efektif.

"Data terakhir menunjukkan, itu adalah yang terbaik, vaksin paling efektif dan teraman di dunia," katanya, seperti dikutip TASS.

Sputnik V secara resmi terdaftar di Rusia pada 20 Agustus 2020, menjadi vaksin Covid-19 pertama yang diakui secara resmi di dunia. Sampai saat ini Sputnik V sudah mendapat izin penggunaan di 71 negara.

Sebagai bukti, Dmitriev mengutip sebuah penelitian yang dilakukan di Hungaria yang menunjukkan, efikasi Sputnik V adalah 98%, angka tertinggi di antara jenis vaksin Covid-19 lainnya.

"Ini adalah angka tertinggi. Artinya, orang yang disuntik Sputnik V terlindungi dari kematian akibat infeksi virus corona hingga 130 kali lebih baik daripada mereka yang tidak divaksinasi. Ini adalah tingkat perlindungan tertinggi di antara lima vaksin yang dipelajari," lanjut sang CEO.

Baca Juga: Profesor kesehatan Jepang sebut Omicron empat kali lebih menular dibanding Delta

Dia juga menjelaskan, kemanjuran Sputnik V bertahan lebih lama dibandingkan dengan vaksin lain serta memiliki efek samping yang jauh lebih sedikit. 

Di tengah kemunculan varian Omicron, Dmitriev juga yakin vaksin buatan Rusia tersebut sangat efektif melawan mutasi virus corona baru. 

"Hingga saat ini Sputnik V telah menunjukkan kemanjuran tertinggi terhadap mutasi genom. Jadi, tidak ada alasan untuk meragukan kemanjuran tinggi Sputnik terhadap mutasi baru," kata Dmitriev.

Lebih lanjut, ia mengatakan Institut Gamaleya, pengembang vaksin Sputnik V, kini sedang mempelajari strain Omicron baru dan akan merilis temuannya dalam dua minggu.

Dmitriev percaya, sistem Sputnik bisa beradaptasi dengan cepat sehingga produksi vaksin baru bisa dilakukan dalam dua sampai tiga bulan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×