kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45845,71   -11,32   -1.32%
  • EMAS943.000 -0,32%
  • RD.SAHAM -0.29%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Rusia terus berkomitmen untuk pasok senjata ke Venezuela


Rabu, 23 Juni 2021 / 13:13 WIB
Rusia terus berkomitmen untuk pasok senjata ke Venezuela
ILUSTRASI. Angkatan Bersenjata Bolivarian Nasional menghadiri konferensi pers Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino Lopez di Caracas, Venezuela 14 Agustus 2017.

Sumber: Sputnik News | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - CARACAS. Meski menerima sejumlah sanksi dari Amerika Serikat, Venezuela harus berterima kasih kepada Rusia yang baru-baru menegaskan kembali komitmennya untuk tetap memasok senjata kepada mereka.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan, negeri beruang merah akan terus membantu Venezuela dalam meningkatkan kemampuan pertahanannya.

Saat ini, ahli dari Rusia berada di Venezuela untuk melakukan pemeliharaan berbagai jenis peralatan militer yang Moskow berikan.

"Militer Venezuela telah menerima pasokan produk militer Rusia. Spesialis kami bekerja di sana sesuai kontrak dan secara teratur melakukan tindakan yang diperlukan untuk memelihara peralatan tersebut," ungkap Lavrov setelah bertemu dengan Menteri Luar Negeri Venezuela Jorge Arreaza, seperti dikutip Sputnik News, Selasa (22/6).

Lavrov menambahkan, Rusia akan terus melanjutkan negosiasi tentang pasokan beberapa senjata berikutnya ke Venezuela. Jenis senjata yang dipasok tentunya sesuai dengan kebutuhan negara itu.

"Dan, ya, kami melanjutkan negosiasi tentang pasokan beberapa jenis senjata sesuai dengan keinginan yang disampaikan teman-teman Venezuela kepada kami. Semua berdasarkan penilaian terhadap kebutuhan pasukan bersenjata dan keamanan mereka," lanjut Lavrov.

Baca Juga: Drone bawah laut dan udara jadi fitur kapal perang Rusia di masa depan

Pada kesempatan yang sama, Lavrov juga mengecam sanksi yang dikenakan pada Venezuela, menilainya sebagai sesuatu yang tidak sah. Ia menegaskan, kerjasama Rusia dan Venezuela akan tetap berlangsung untuk kepentingan kedua belah pihak.

Rusia dan Venezuela menandatangani 12 dokumen tentang kerjasama bilateral di bidang keuangan, energi, dan militer, serta perawatan kesehatan juga makanan awal tahun ini. Venezuela juga telah menerima beberapa kloter vaksin Sputnik V dari Rusia sebagai upaya penanganan pandemi Covid-19.

Venezuela mengalami kesulitan setelah menerima sejumlah sanksi dari AS dan sekutunya sejak 2019. Alasannya, AS menolak untuk mengakui hasil pemilihan di Venezuela dan mendukung politisi oposisi Juan Guaido yang mendeklarasikan dirinya sebagai presiden sementara.

Sejak saat itu, sebagian besar aset Venezuela telah dibekukan. Aset emasnya yang disimpan di Inggris disengketakan oleh Guaido, banyak perusahaan Venezuela juga menjadi sasaran pembatasan ekonomi.

Selanjutnya: KTT AS-Rusia: Biden dan Putin bicarakan keamanan siber hingga kontrol senjata




TERBARU
Kontan Academy
Excel Master Class: Data Analysis & Visualisation Supply Chain Planner Development Program

[X]
×