kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.720   -165,00   -1,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Rusuh pasca tewasnya George Floyd paling brutal setelah pembunuhan Martin Luther King


Rabu, 03 Juni 2020 / 08:10 WIB
Rusuh pasca tewasnya George Floyd paling brutal setelah pembunuhan Martin Luther King


Sumber: BBC | Editor: Ahmad Febrian

Darnell Hunt, Dekan ilmu sosial di UCLA, yakin polisi di AS meningkatkan agresivitas mereka selama akhir pekan. "Mengerahkan garda nasional, menggunakan peluru karet, gas air mata, dan semprotan merica. Ini adalah serangkaian taktik polisi yang dapat memperburuk situasi yang sudah tegang," tegasnya 

Hunt mengatakan kerusuhan AS pekan ini adalah yang paling serius sejak tahun 1968, setelah Martin Luther King dibunuh. "Kasus George Floyd bukanlah penyebabnya. ini lebih seperti puncak gunung es. Anda dapat berargumen bahkan pembunuhan yang dilakukan polisi adalah gejala - penyebab utamanya adalah supremasi kulit putih, rasisme, dan hal-hal yang secara mendasar belum ditangani oleh AS," tegas Hunt 


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×