kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   19.000   0,67%
  • USD/IDR 17.099   75,00   0,44%
  • IDX 6.971   -18,40   -0,26%
  • KOMPAS100 958   -7,36   -0,76%
  • LQ45 702   -6,10   -0,86%
  • ISSI 250   -0,25   -0,10%
  • IDX30 382   -5,99   -1,54%
  • IDXHIDIV20 472   -9,70   -2,02%
  • IDX80 108   -0,78   -0,72%
  • IDXV30 130   -2,34   -1,76%
  • IDXQ30 124   -2,23   -1,77%

Rusuh pasca tewasnya George Floyd paling brutal setelah pembunuhan Martin Luther King


Rabu, 03 Juni 2020 / 08:10 WIB


Sumber: BBC | Editor: Ahmad Febrian

Darnell Hunt, Dekan ilmu sosial di UCLA, yakin polisi di AS meningkatkan agresivitas mereka selama akhir pekan. "Mengerahkan garda nasional, menggunakan peluru karet, gas air mata, dan semprotan merica. Ini adalah serangkaian taktik polisi yang dapat memperburuk situasi yang sudah tegang," tegasnya 

Hunt mengatakan kerusuhan AS pekan ini adalah yang paling serius sejak tahun 1968, setelah Martin Luther King dibunuh. "Kasus George Floyd bukanlah penyebabnya. ini lebih seperti puncak gunung es. Anda dapat berargumen bahkan pembunuhan yang dilakukan polisi adalah gejala - penyebab utamanya adalah supremasi kulit putih, rasisme, dan hal-hal yang secara mendasar belum ditangani oleh AS," tegas Hunt 




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×