kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45784,56   -4,98   -0.63%
  • EMAS937.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.36%
  • RD.CAMPURAN -0.47%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Perusahaan besar Amerika mengutuk keras kematian George Flyod


Rabu, 03 Juni 2020 / 01:12 WIB
Perusahaan besar Amerika mengutuk keras kematian George Flyod
ILUSTRASI. Seorang warga berdiri di depan memorial penghormatan kepada George Floyd, di lokasi dimana ia ditahan oleh polisi, di Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat, Senin (1/6/2020).  REUTERS/Carlos Barria

Reporter: Markus Sumartomdjon | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Aksi solidaritas menentang aksi rasial terhadap mendiang George Flyod terus berlangsung di Amerika Serikat. Selain aksi demo di jalan raya di sejumlah kota di Amerika, aksi sejenis juga dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar di Amerika.

Protes yang disampaikan pimpinan mewakili perusahaan yang bersangkutan memang tidak turun ke jalan, tapi melalui surat pernyataan menentang keras tindakan diskriminatif yang membuat nyawa George Flyod melayang di tangan polisi di Minneapolis pekan lalu. 

Coba saja lihat apa yang dilakukan oleh General Motors Co dan Ford Motor Co, dua raksasa otomotif dari Amerika Serikat. Kedua perusahaan ini mengutuk keras tindakan rasial di Amerika Serikat yang masih terjadi dan terakhir adalah tragedy George Floyd, seorang pria kulit hitam Amerika.

gmBaca Juga: Demo di AS makin mencekam, 4 polisi tertembak

Dalam suratnya kepada para karyawan, Chief Executive Officer General Motors Mary Barra merasa dirinya tidak sabar dan menjadi jijik melihat kematian Floyd. Ia pun menekankan perlunya perubahan yang radikal menyikapi kondisi tersebut, baik secara individual maupun kolektif.

Baca Juga: Amerika Serikat rusuh, Donald Trump telepon Vladimir Putin, ini yang dibicarakan

Barra mengirim surat pertanyaan itu ke para karyawannya di akhir pekan kemarin. Selain itu surat tersebut juga ia kirimkan ke ribuan dealer dan pemasok  yang tersebar di Amerika Serikat.

Saat bersamaan, Ford Motor juga melakukan hal serupa. Ketua Eksekutif Ford, Bill Ford, dan CEO Jim Hackett juga menulis surat bersama kepada karyawan yang membahas soal pembunuhan tragis terhadap George Floyd dan tindakan rasisme secara sistemik tengah berlangsung di Amerika Serikat.

“Kami ingin mengatakan bahwa rasisme tidak memiliki tempat di masyarakat kami, kami tahu bahwa rasisme sistemik masih ada meskipun ada kemajuan yang telah dibuat. Tapi kami tidak bisa menutup mata saat ada penindasan dengan alasan untuk ketertiban,” tuturnya. 

Kedua perusahaan otomotif tersebut masih mempekerjaan ribuan karyawan di Amerika dan mereka mengklaim memilki tenaga kerja dari beragam latar belakang.

Sejumlah perusahaan Amerika Serikat seperti Intel Corp, Netflix Inc, Nike Inc dan Facebook Inc, telah mengambil sikap menentang kematian Floyd. Mereka juga menyuarakan rasa keprihatinan terhadap diskriminasi yang hingga kini masih terjadi  terhadap warga Afrika-Amerika.



TERBARU

[X]
×