kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Saat akan mendarat di bulan, India kehilangan kontak dengan Chandrayaan-2


Sabtu, 07 September 2019 / 08:21 WIB
ILUSTRASI. Peluncuran Roket Chandrayaan-2 untuk misi ke bulan


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - BENGALURU. India kehilangan kontak dengan pesawat ruang angkasa yang hendak mendarat di bulan pada Sabtu, (7/9). Chandrayaan-2 sedang mencoba pendaratan “lunak” atau dikendalikan di dekat kutub Selatan satelit Bumi itu.

"Data (Chandrayaan-2) sedang kami analisis," kata Kepala Badan Penelitian Antariksa India (ISRO) K. Sivan di sebuah ruangan penuh dengan para ilmuwan yang kebingungan di Pusat Kontrol ISRO di Bengaluru, seperti dilansir Reuters.

Chandrayaan-2, pesawat ruang angkasa rancangan India yang membawa kendaraan lander Vikram, telah mengorbit di bulan dan mulai turun ke permukaan bulan sekitar pukul 03.07 WIB. Tapi, para ilmuwan ISRO kehilangan kontak selama tahap kedua pendaratan di bulan.

Baca Juga: China kembangkan drone pemburu seperti Spiderman

“Proses pendaratan Vikram seperti yang direncanakan dan kinerja normal diamati hingga ketinggian 2,1 km. Selanjutnya, komunikasi dari lander ke stasiun Bumi terputus,” ujar seorang pejabat ISRO. Vikram diambil dari nama Bapak Program Luar Angkasa India, Vikram Sarabhai.

Sebuah siaran langsung dari ISRO atau NASA-nya India menunjukkan, para ilmuwan menjadi tegang dan lantai ruangan jadi sunyi ketika stasiun kontrol berjuang untuk mendapatkan sinyal dari Vikram.

"Ada pasang surut dalam hidup. Apa yang telah Anda capai bukanlah prestasi kecil," kata Perdana Menteri India Narendra Modi yang hadir di Pusat Kontrol ISRO kepada para ilmuan.

Baca Juga: Mitsubishi Aircraft menandatangani MOU pembelian 100 pesawat SpaceJet

Sivan sebelumnya menggambarkan saat-saat terakhir misi pendaratan sebagai "15 menit teror", karena kompleksitas yang terlibat dengan gravitasi bulan, medan, dan debu.

Sejauh ini, baru Amerika Serikat, Rusia, dan China yang mendarat di bulan. Israel mencoba jadi negara keempat yang mendarat di bulan lewat pesawat ruang angkasa Beresheet pada April lalu tapi gagal.

Kutub selatan bulan diyakini mengandung air karena kawah di wilayah tersebut sebagian besar tidak terpengaruh oleh suhu matahari yang tinggi. ISRO berharap, bisa mengkonfirmasi keberadaan air dalam bentuk es yang pertama kali terdeteksi pada misinya di 2008 lalu.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×