Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - TOKYO. Saham Chubu Electric Power jatuh ke level terdalam selama lebih dari setahun di perdagangan Tokyo pada hari Selasa (6/1/2026) setelah perusahaan utilitas Jepang tersebut mengungkapkan kemungkinan masalah dengan standar gempa bumi yang digunakan di pembangkit nuklir.
Mengutip Reuters, Selasa (6/1/2026), Saham perusahaan tersebut memimpin penurunan pada indeks acuan Nikkei, turun 7,3% pada perdagangan awal, dan diperkirakan akan mengalami penurunan paling tajam sejak Agustus 2024.
Chubu Electric mengatakan pada hari Senin bahwa mereka mungkin telah menggunakan metode yang berbeda dari yang dijelaskan kepada regulator untuk memilih gelombang seismik representatif selama peninjauan dua reaktor di pembangkit listrik Hamaoka miliknya.
Baca Juga: Saham Coinbase Melonjak 8% Usai Goldman Sachs Naikkan Rekomendasi Jadi Buy
Perbedaan tersebut dapat secara signifikan mempengaruhi peninjauan regulasi terhadap pembangkit listrik di Jepang tengah tersebut, kata perusahaan utilitas itu dalam sebuah pernyataan.
Perbedaan dalam evaluasi seismik tersebut muncul tepat ketika pembangkit listrik tenaga nuklir Kashiwazaki-Kariwa milik Tokyo Electric Power dan pembangkit listrik tenaga nuklir Tomari milik Hokkaido Electric Power telah mendapatkan persetujuan dari masyarakat setempat dan sedang bergerak menuju pengaktifan kembali.













