kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.584.000   35.000   1,37%
  • USD/IDR 16.799   18,00   0,11%
  • IDX 8.945   11,20   0,13%
  • KOMPAS100 1.232   5,57   0,45%
  • LQ45 871   6,27   0,72%
  • ISSI 324   1,18   0,37%
  • IDX30 444   0,97   0,22%
  • IDXHIDIV20 521   5,04   0,98%
  • IDX80 137   0,69   0,51%
  • IDXV30 144   1,30   0,91%
  • IDXQ30 142   0,82   0,58%

Saham Coinbase Melonjak 8% Usai Goldman Sachs Naikkan Rekomendasi Jadi Buy


Selasa, 06 Januari 2026 / 09:59 WIB
Saham Coinbase Melonjak 8% Usai Goldman Sachs Naikkan Rekomendasi Jadi Buy
ILUSTRASI. INNOVATOR CAPITAL-M&A/GOLDMAN SACHS (Reuters/Andrew Kelly)


Sumber: Cointelegraph | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Saham Coinbase Global Inc. (COIN) melonjak 8% setelah Goldman Sachs menaikkan rekomendasi saham tersebut dari neutral menjadi buy, seiring meningkatnya optimisme terhadap strategi diversifikasi bisnis perusahaan kripto terbesar di Amerika Serikat (AS) itu.

Dalam laporan terbarunya pada Senin (5/1/2026), analis Goldman Sachs James Yaro menyebut pihaknya memiliki “selective optimism” terhadap broker AS serta perusahaan kripto yang membangun infrastruktur jangka panjang, bukan sekadar mengandalkan aktivitas perdagangan.

Baca Juga: Harga Emas Turun dari Level Tertinggi Sepekan Selasa (6/1) Pagi

Goldman Sachs menaikkan target harga 12 bulan COIN dari US$294 menjadi US$303 per saham. Dengan harga penutupan di US$254,92, target tersebut mencerminkan potensi kenaikan sekitar 18%. Pergerakan saham relatif stabil pada perdagangan after-hours.

Fokus Infrastruktur, Tokenisasi, dan Prediction Market

Melansir Cointelegraph, Yaro menilai Coinbase memiliki prospek pertumbuhan kuat karena memperluas model bisnisnya melampaui perdagangan kripto.

Goldman menyoroti peluang dari pengembangan infrastruktur kripto, tokenisasi aset, serta prediction market, yang dinilai menjadi pendorong pertumbuhan struktural industri.

Sejalan dengan pandangan tersebut, CEO Coinbase Brian Armstrong sebelumnya menegaskan perusahaan akan menggandakan strategi “everything exchange” pada 2026.

Baca Juga: Gempa Magnitudo 6,2 Mengguncang Chugoku Jepang, Pembangkit Nuklir Aman

Strategi ini mencakup fokus pada stablecoin, perluasan layanan bursa, serta pengembangan jaringan Ethereum layer-2 Base.

Coinbase juga baru-baru ini mengintegrasikan prediction market ke dalam platformnya melalui kemitraan dengan Kalshi, untuk memanfaatkan salah satu segmen kripto dengan pertumbuhan tercepat sepanjang tahun lalu.

Goldman Optimistis terhadap Kripto di 2026

Secara lebih luas, Goldman Sachs memproyeksikan peningkatan adopsi kripto pada 2026, baik dari investor ritel maupun institusi.

Yaro menilai perkembangan regulasi di Amerika Serikat berpotensi menjadi katalis utama bagi industri.

“Skenario dasar kami mencakup reformasi regulasi kripto yang berkelanjutan, yang dapat mendorong adopsi lebih luas dan penggunaan di luar aktivitas perdagangan, khususnya oleh institusi,” tulis Yaro dalam laporan tersebut.

Baca Juga: Peredaran Uang Tunai Jepang Turun Pertama Kali dalam 18 Tahun pada 2025

Namun, ia juga mengingatkan bahwa kegagalan pengesahan rancangan undang-undang struktur pasar kripto AS di Kongres dapat menjadi hambatan signifikan bagi pertumbuhan ekosistem kripto.

Laporan ini menjadi sinyal kepercayaan kuat Goldman Sachs terhadap Coinbase sekaligus mencerminkan sentimen positif bank investasi tersebut terhadap prospek industri kripto.

Berdasarkan data TipRanks, James Yaro memiliki tingkat keberhasilan rekomendasi 62% dengan imbal hasil rata-rata hampir 16% per tahun.

Selanjutnya: Harga Emas Turun dari Level Tertinggi Sepekan Selasa (6/1) Pagi

Menarik Dibaca: IHSG Ada Potensi Koreksi, Berikut Rekomendasi Saham BNI Sekuritas Selasa (6/1)




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×