kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45938,93   0,00   -0.00%
  • EMAS932.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.50%
  • RD.CAMPURAN -0.14%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.06%

Saham sektor real estate China terpukul rencana penerapan pajak properti baru


Selasa, 19 Oktober 2021 / 21:00 WIB
Saham sektor real estate China terpukul rencana penerapan pajak properti baru

Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - HONG KONG. Pasar properti China terancam anjlok. Alih alih memberikan stimulus di tengah kasus Grup Evergrande, pemerintah China malahan memberikan tambahan beban pajak melalui UU baru. 

Walau bank sentral berupaya menenangkan kekhawatiran atas resiko gagal bayar utang Evergrande, namun rencana penerapan pajak baru tersebut serta tanda-tanda baru pelemahan pasar perumahan sontak memukul saham-saham perusahaan real estate di China pada perdagangan Senin (18/10). 

Indeks Real Estat CSI300 yang melacak saham pengembang terbesar China, turun 2,6% dimana saham China Vanke dan Poly Development  masing-masing turun lebih dari 3%. Saham real estat di China telah merosot 22% sepanjang tahun ini. Sementara saham properti Hong Kong bernasib lebih baik. Indeks yang melacak perusahaan di daratan atau HSMPI naik 0,8%.

Pada Jumat lalu, Presiden China Xi Jinping tengah mendorong negara itu untuk semakin mantap memajukan undang-undang pajak properti. Sebuah esai di jurnal Partai Komunis yang berkuasa Qiushi menyebutkan dorong penerapan pajak dilakukan dengan tujuan untuk mengekang spekulasi yang merajalela.

Baca Juga: Sekelompok Kapal Perang China dan Rusia bersama-sama berlayar melalui Selat Jepang

Rocky Fan, Ekonom Sealand Securities, mengatakan rencana pajak properti berdampak negatif untuk saham real estat karena orang akan menolak membeli properti dan mengambil sikap menunggu dan melihat. Itu tentunya akan menekan pendapatan pengembang.

Pasar keuangan global telah diguncang oleh kekhawatiran penularan atas krisis likuiditas di Evergrande, yang memiliki kewajiban lebih dari $300 miliar.

Pada hari Minggu, Gubernur People's Bank of China (PBOC) Yi Gang mengatakan ekonomi menghadapi tantangan seperti risiko gagal bayar untuk perusahaan tertentu karena salah urus. Regulator ini akan terus mengawasi perkembangannya sehingga tidak menimbulkan risiko sistematis.

Dia mengatakan efek limpahan dari masalah utang Evergrande pada sistem perbankan dapat dikendalikan dan eksposur risiko lembaga keuangan individu tidak besar. Pasar utang properti China bereaksi positif terhadap komentar PBOC pada hari Jumat, dan memperpanjang reli mereka pada hari Senin.

Obligasi juga mendapat dorongan setelah Kaisa mengatakan kepada Reuters telah membayar kupon senilai US$39,4 juta untuk obligasi dolar yang jatuh tempo pada 16 Oktober, dan berencana membayarkan kupon senilai US$ 35,85 juta yang jatuh tempo pada 22 Oktober ke rekening pemegang obligasi pada hari Kamis pekan ini. 

Baca Juga: Makin tegang dengan China, Taiwan gelar latihan militer pertempuran udara

Sejumlah obligasi Kaisa Group yang jatuh tempo dalam tiga tahun ke depan menambahkan sekitar 5 sen dolar dengan penerbitan 2024 diperdagangkan di atas 50 sen dolar untuk pertama kalinya dalam 10 hari, data MarketAxess menunjukkan. Beberapa obligasi yang diterbitkan oleh Yuzhou Group (1628.HK), melonjak 6 sen dolar sementara Zhenro Properties (6158.HK), bertambah 4 sen.

Namun, beberapa analis lain kurang optimis. JPMorgan dalam risetnya melihat PBOC meremehkan dampak pasar dari default Evergrande. Masalah pengembang dinilai mewakili masalah seluruh industri properti di China saat ini.

“Pembuat kebijakan memiliki tuas untuk menahan risiko limpahan; tetapi jika tidak ada tindakan kebijakan yang diambil, risiko penurunan lebih lanjut tidak boleh diremehkan, yang dapat menyebabkan perlambatan investasi, konsumsi yang lebih lemah, masalah fiskal bagi pemerintah daerah dan tekanan sektor keuangan yang lebih luas. " tulis JPMorgan. 

Selanjutnya: Bikin kawasan makin tegang, AS amati betul perkembangan persenjataan canggih China

 




TERBARU
Kontan Academy
UU Kepailitan Tuntas Mendelegasikan Tugas

[X]
×