kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Saham telekomunikasi anjlok saat permintaan data internet melonjak di tengah lockdown


Selasa, 14 April 2020 / 18:50 WIB
ILUSTRASI. Saham emiten telekomunikasi dunia anjlok saat permintaan data internet melonjak di tengah lockdown.


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Anomali terjadi pada pergerakan saham-saham telekomunikasi (telko) dunia. Di saat penggunaan internet melonjak di tengah kebijakan lockdown yang dilakukan di seluruh dunia guna menekan penyebaran virus corona (Covid-19), saham-saham telko justru melempem.

Padahal dengan kondisi yang ada sekarang dimana penjualan online untuk beragam bisnis seperti gim dan pengiriman makan yang melesat seharusnya justru memberi dampak positif terhadap perusahaan telko ini.

Di kawasan Asia, Afrika, Eropa, dan Amerika, kombinasi antara biaya tinggi, utang dan fluktuasi pasar telah menekan bisnis data perusahaan telekomunikasi.

Kasper Elmgreen, Kepala Ekuitas Amundi Asset Management, perusahaan fund manager terbesar di Eropa memandang, kondisi tersebut cukup mengejutkan. "Sektor pertahanan tradisional telah bermain defensif, tetapi telekomunikasi belum benar-benar defensif," ujarnya dikutip Reuters, Selasa (14/4).

Baca Juga: Bulog sebut impor daging kerbau dari India terhambat karena sedang lockdown

Secara global, indeks layanan telekomunikasi MSCI tercatat turun 13%. Penurunan tersebut lebih tinggi dibanding sektor lainnya seperti indeks MSCI untuk layanan kesehatan hanya turun 6%, indeks teknologi turun 8% dan indeks konsumer turun 10%.

Data tersebut menggambarkan adanya dinamika sulit yang dihadapi operator telekomunikasi bahkan disaat layanannya semakin dibutuhkan belakangan ini.

Jutaan orang di seluruh dunia terpaksa harus berdiam di rumah dan melakukan pekerjaan dari rumah untuk meredam penularan Covid-19 yang telah menyebabkan 113.000 kematian. Kondisi ini memang mendorong bisnis dan hiburan online.

Namun, perusahaan telekomunikasi terkendala dalam biaya untuk melayani melonjaknya permintaan layanan data tersebut. Sebab dengan struktur penetapan harga yang tidak berubah, tidak ada cara cepat bagi perusahaan untuk melakukan monetisasi investasi.

Baca Juga: Laju Covid-19 Diredam, Jerman Mencari Exit Strategy untuk Pelonggaran Lockdown




TERBARU

[X]
×