kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45784,56   -4,98   -0.63%
  • EMAS937.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.36%
  • RD.CAMPURAN -0.47%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Samsung tunjuk Roh Tae-moon sebagai kepala divisi ponsel


Senin, 20 Januari 2020 / 12:23 WIB
Samsung tunjuk Roh Tae-moon sebagai kepala divisi ponsel
ILUSTRASI. Logo Samsung

Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Samsung Electronics Co Ltd menunjuk Roh Tae-moon sebagai presiden direktur untuk bisnis ponsel pada Senin (20/1). Mengutip Reuters, dengan penunjukan ini, Roh menjadi presdir termuda di Samsung. 

Langkah Samsung mempromosikan Roh sebagai kepala divisi ponsel ini karena perusahaan sedang berusaha mempertahankan kepemimpinannya di pasar handset setelah mendapat saingan kuat dari Huawei Technologies Co Ltd.

Para analis juga melihat, langkah perusahaan Korea Selatan ini mengangkat Roh sebagai salah satu kampanye ke pasar Amerika Serikat (AS). Yakni dengan meyakinkan AS untuk melarang Huawei dari jaringan di Negeri Paman Sam. 

Baca Juga: Hari pertama, pre-order Galaxy A71 di e-commerce langsung ludes terjual

Hingga saat ini, Samsung masih memimpin penjualan smartphone yang menggunakan jaringan telekomunikasi generasi kelima (5G) yang lebih cepat. Tetapi, Huawei, yang menjadi pesaing utama Samsung juga diperkirakan bakal meningkatkan penjualan ponsel pintarnya dan peralatan 5G di tahun ini. 

Terlebih lagi, Huawei juga didukung oleh kenaikan pasar dalam negeri yang besar. 

"Perombakan Samsung tampaknya bertujuan mengatasi potensi besar pada perubahan pasar dengan teknologi baru," kata Tom Kang, analis Counterpoint seperti dilansir Reuters.

Lebih lanjut Kang bilang, dengan pemilihan eksekutif muda yang dikenal tegas akan merespon perubahan itu dengan cepat guna mempertahankan kepemimpinan Samsung di pasar ponsel pintar. 

Baca Juga: Apple kuasai penjualan earphone nirkabel

Berdasarkan data Counterpoint, hingga kuartal III-2019, Samsung masih menguasai pasar dunia dengan 21%, di susul Huawei yang sudah ada di posisi kedua dengan 18%. Padahal ini terjadi ketika Huawei dilarang melakukan bisnis dengan sebagian perusahaan AS untuk mencegah aksesnya ke teknologi seperti Android Alphabet Inc. 



TERBARU

[X]
×