kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.944   -29,00   -0,16%
  • IDX 5.999   115,16   1,96%
  • KOMPAS100 778   14,20   1,86%
  • LQ45 588   9,58   1,66%
  • ISSI 208   4,74   2,33%
  • IDX30 333   5,83   1,78%
  • IDXHIDIV20 409   6,49   1,62%
  • IDX80 88   1,57   1,82%
  • IDXV30 111   2,39   2,20%
  • IDXQ30 107   1,91   1,82%

Sang miliarder dunia bisnis manufaktur (1)


Selasa, 23 Agustus 2016 / 13:32 WIB


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Tri Adi

Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Ungkapan ini cocok ditujukan untuk Steven Rales. Ia sukses mengikuti jejak sang ayah sebagai pengusaha  manufaktur. Bahkan, bisnis Steven melebihi pencapaian ayahnya. Lewat Danaher Corporation, Steven selama tiga dekade bersama membangun dan membesarkan bisnis hingga mendunia. Tak heran, ia pun masuk radar Forbes sebagai salah satu orang kaya dunia dengan kekayaan bersih senilai US$ 4,7 miliar per Agustus 2016.

Tak ada sukses yang instan. Seperti Steven Rales yang butuh waktu tiga dekade untuk membuat bisnis yang ia geluti berkibar. Kini lewat  kendaraan bisnisnya, Danaher  Corporation, Steven menjelma menjadi salah satu miliarder dunia.

Steven tercatat memiliki kekayaan bersih senilai US$ 4,7 miliar per Agustus 2016 versi Forbes. Dia berada pada urutan nomor 154 orang kaya di Amerika Serikat (AS).

Danaher Corporation merupakan perusahaan manufaktur. Perusahaan ini hasil metamorfosis dari perusahaan bernama Diversified Mortagage Group (DMG) yang merupakan perusahaan investasi real estate yang didirikan Steven bersama saudara kandungnya Mitchell Rales.

Bisnis sebenarnya bukanlah hal baru bagi Steven. Ia pernah bekerja untuk ayahnya pada tahun 1970-an yang seorang pengusaha bahan baku bangunan di Washington, DC. Dari sanalah Steven belajar bagaimana memproduksi, memasarkan sebuah produk secara komersial. Tidak hanya bisnis manufaktur, ayahnya juga memiliki perusahaan yang bergerak di real estate, klub bisbol, perusahaan jasa perbaikan properti hingga sektor keuangan. Setelah sembilan tahun ikut dengan sang ayah, saat berusia 20 tahun Steven akhirnya memutuskan berbisnis sendiri.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×