Sedang berkonflik, China gelar latihan tembak artileri di perbatasan dengan India

Kamis, 13 Agustus 2020 | 04:54 WIB Sumber: South China Morning Post
Sedang berkonflik, China gelar latihan tembak artileri di perbatasan dengan India

ILUSTRASI. Salah satu armada artileri China yang ikut diterjungkan ke wilayah Himalaya, tempat bentrokan antara tentara China dan India terjadi.


KONTAN.CO.ID - BEIJING. Di tengah konflik perbatasan dengan India yang sedang dihadapi, China justru nekad melakukan latihan militer di kawasan Himalaya. South China Morning Post melaporkan bahwa tentara angkatan darat China telah menguji beberapa artileri barunya.

Latihan tembak yang dilakukan oleh pasukan artileri ini melibatkan vehicle-mounted Howitzer 122mm dan vehicle-mounted anti-tank HJ-10. 

Kantor berita nasional CCTV, melaporkan pada hari Selasa (12/8), bahwa serangkaian persenjataan tadi sudah mulai diusung ke perbatasan sejak akhir bulan lalu.

Latihan armada artileri ini dilakukan di ketinggian sekitar 4.600 meter di atas permukaan laut. Sebelumnya latihan serupa juga sempat diadakan dengan melibatkan armada truck gun jenis PCL-181 dengan amunisi 155mm serta anti-tank HJ-10.

Berdasarkan video dokumentasi yang beredar di situs Weibo, China sepertinya mulai menggunakan Howitzer baru dengan kaliber yang lebih kecil. Meskipun begitu, desain serta teknologi yang digunakan tetap sama.

Baca Juga: Kacau! Perundingan perbatasan China-India buntu, PM Modi dituntut bersikap kera

Howitzer dengan ukuran yang lebih kecil ini juga dipasangkan ke jenis truk beroda empat, bukan truk beroda enam seperti versi lainnya yang lebih besar.

HJ-10 yang digunakan kali ini juga merupakan versi baru dengan ukuran yang lebih kecil. Setelah mengalami modifikasi, perangkat ini mendapatkan tambahan sepasang peluncur roket baru.

Modifikasi pada armada artileri China ini nampaknya memang sengaja dilakukan untuk mengatasi medan pegunungan yang cukup sulit di kawasan Himalaya. Pemangkasan ukuran dinilai bisa meningkatkan kemampuan manuver.

Laporan dari CCTV juga menyebutkan bahwa ukuran persenjataan yang lebih kecil juga lebih mudah diangkut melalui udara sehingga pengiriman menjadi lebih cepat di saat darurat.

Baca Juga: Pakistan rilis peta baru soal Kashmir, bisa picu konflik baru dengan India

Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Terbaru