kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45862,44   -0,26   -0.03%
  • EMAS918.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.15%
  • RD.CAMPURAN 0.00%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Sedang tren, taipan dunia berekspansi pakai perusahaan cangkang alias SPAC


Selasa, 09 Februari 2021 / 15:23 WIB
Sedang tren, taipan dunia berekspansi pakai perusahaan cangkang alias SPAC
ILUSTRASI. Bursa saham Amerika Serikat. REUTERS/Mike Segar/File Photo

Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Perusahaan cangkang atau special purpose acquisition company (SPAC) tengah menjadi tren kendaraan investasi bagi taipan-taipan dunia untuk melakukan ekspansi baik lewat akuisisi maupun merger. 

SPAC disebut perusahaan cangkang karena tidak memiliki operasi apa pun. Perusahaan jenis ini adalah sarana investasi yang dibuat khusus untuk mengumpulkan dana orang kaya dan selanjutnya dipakai membiayai peluang merger atau akuisisi dalam jangka waktu yang ditetapkan.

Terbaru datang dari James Murdoch mantan CEO 21st Century Fox Inc dan Uday Shankar mantan presiden Walt Disney Asia Pasifik. Keduanya melakukan kemitraan mencari peluang bisnis pasar negara berkembang.

Baca Juga: AS dan India sepakat memperkuat keamanan di kawasan Indo-Pasifik

Perusahaan investasi James Murdoch yakni Lupa Systems LLC dan Uday Shankar tengah mempertimbangkan rencana untuk mengumpulkan dana melalui SPAC. Sumber Bloomberg mengatakan, perusahaan SPAC itu akan dipakai untuk mengakuisisi perusahaan-perusahaan Asia di berbagai sektor,  termasuk media dan teknologi.

"Usaha patungan Murdoch dana Shankar sedang mencari penasihat serta calon investor di SPAC. Mereka sedang mempertimbangkan untuk mendaftarkan perusahaan cangkang itu di bursa AS," kata sumber tersebut seperti dikutip Bloomberg, Selasa (9/2).

Putra miliarder Rupert Murdoch yang berusia 48 tahun mengundurkan diri dari dewan direksi News Corp pada Juli tahun lalu, dengan alasan perbedaan pendapat dengan perusahaan penerbitan. Ia memasuki India kurang dari dua tahun lalu dan telah membangun portofolio investasi teknologi. 

Murdoch dan Shankar sebelumnya bekerja sama di Star India, yang menjadi perusahaan media terbesar di negara itu sebelum Walt Disney mengambil alih sebagian aset 21st Century Fox, termasuk Star, pada 2019. Shankar bekerja untuk unit Disney di Asia Pasifik setelah kesepakatan itu, tetapi mengundurkan diri  pada Desember tahun lalu.

Baca Juga: China kirim helikopter Z-20 buatan dalam negeri ke wilayah perbatasan Xinjiang

Sebelumnya, Chairman Intel Corp Omar Ishrak juga berencana mencari pendanaan sekitar US$ 750 juta hingga US$ 1 miliar melalui perusahaan cangkang. Ishrak akan melakukan penawaran umum perdana atau initial publlic offering (IPO) melalui SPAC yang menargetkan perusahaan di sektor teknologi kesehatan. 

Berdasarkan data yang dihimpun Bloomberg, pengumpulan dana lewat SPAC mencatatkan rekor di Bursa AS pada tahun 2020 dengan mencapai US$ 83 miliar. Jumlah perusahaan cangkang itu mencapai 248.

Momentum tersebut berlanjut ke tahun 2021. Sepanjang Januari saja sudah ada 53 SPAC mengumpulkan senilai US$ 15 miliar. Sementara 47 lagi telah mengumumkan rencana mengumpulkan pendanaan senilai US$ 11,7 miliar dan saat ini sedang menunggu IPO.

Selanjutnya: Mengkhawatirkan! AS-China menuju perang besar terkait Taiwan

 




TERBARU

[X]
×