kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.884.000   16.000   0,56%
  • USD/IDR 17.206   48,00   0,28%
  • IDX 7.634   12,62   0,17%
  • KOMPAS100 1.054   2,19   0,21%
  • LQ45 759   1,54   0,20%
  • ISSI 277   0,40   0,14%
  • IDX30 403   0,28   0,07%
  • IDXHIDIV20 490   1,86   0,38%
  • IDX80 118   0,34   0,29%
  • IDXV30 139   0,96   0,70%
  • IDXQ30 129   0,30   0,23%

Sehari pasca gencatan senjata, tembakan masih terjadi di Suriah


Jumat, 18 Oktober 2019 / 15:30 WIB
ILUSTRASI. Asap membumbung di Kota Ras al Ain di Suriah, terlihat dari kota perbatasan Turki, Ceylanpinar, Provinsi Sanliurfa, 16 Oktober 2019.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

Senator Republik dan Demokrat menuduh Trump telah mengkhianati sekutu Kurdi yang sangat vital dalam memerangi gerilyawan Negara Islam, mengabaikan masalah kemanusiaan dari invasi Turki, dan dikalahkan oleh Ankara.

Tidak jelas betul, apakah terjadi kerusakan atau korban dari penembakan yang terdengar Ras al Ain pada hari ini. Juga tidak jelas, apakah SDF pimpinan Kurdi sepenuhnya mematuhi perjanjian itu, yang akan membuat pasukan Turki bertanggungjawab atas sebagian besar wilayah yang pernah Kurdi kuasai dengan dukungan militer AS.

Baca Juga: Trump: Jatuhkan sanksi terhadap Turki lebih baik ketimbang ikut berperang di Suriah

Komandan SDF Mazloum Kobani mengatakan kepada Ronahi TV, pihaknya akan menerima perjanjian gencatan senjata dengan Turki di Suriah, tetapi hanya terbatas pada wilayah perbatasan antara Ras al-Ain dan Tal Abyad.

"Zona aman akan dikuasai oleh Angkatan Bersenjata Turki," demikian pernyataan bersama AS dan Turki yang dirilis setelah perundingan, Kamis (17/10) seperti dikutip Reuters.




TERBARU

[X]
×