kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Trump: Jatuhkan sanksi terhadap Turki lebih baik ketimbang ikut berperang di Suriah


Rabu, 16 Oktober 2019 / 22:49 WIB
ILUSTRASI. Presiden AS Donald Trump berbicara tentang penyelidikan pemakzulan selama pertemuannya dengan Presiden Finlandia Sauli Niinisto di Gedung Putih di Washington, AS, 2 Oktober 2019.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan, menjatuhkan sanksi terhadap Turki akan lebih baik ketimbang ikut berperang di Suriah.

Kepada wartawan di Gedung Putih, Rabu (16/10), Trump menyatakan, terserah Turki dan Suriah untuk menyelesaikannya. Tapi, "baik" bagi Rusia untuk membantu Suriah. Dan, "Bangsa Kurdi bukan malaikat," kata Trump seperti dikutip Reuters.

Meski begitu, Wakil Presiden AS dan sejumlah diplomat top berencana melakukan perjalanan ke Ankara untuk bertemu Presiden Turki Tayyip Erdogan. Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo bilang, tujuannya untuk mencari gencatan senjata.

Baca Juga: Situasi bakal makin mendidih, pasukan Rusia sudah masuk ke Suriah

Sementara Erdogan kepada wartawan di Parlemen Turki menyebutkan, ia mengevaluasi kembali rencana kunjungannya ke Washington pada November nanti atas undangan Trump, tetapi mungkin mengunjungi Rusia.

Yang jelas, pasukan Rusia sudah menyeberangi Sungai Efrat di Suriah Utara dan mencapai pinggiran Kota Kobani, lalu siap ke arah Timur dengan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) pimpinan Kurdi.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×