kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.599.000   -4.000   -0,15%
  • USD/IDR 17.957   -85,00   -0,47%
  • IDX 6.346   26,15   0,41%
  • KOMPAS100 834   2,63   0,32%
  • LQ45 634   -0,90   -0,14%
  • ISSI 219   1,63   0,75%
  • IDX30 357   -0,35   -0,10%
  • IDXHIDIV20 436   -2,92   -0,66%
  • IDX80 95   0,23   0,24%
  • IDXV30 120   -0,40   -0,34%
  • IDXQ30 114   -0,20   -0,17%

Trump: Jatuhkan sanksi terhadap Turki lebih baik ketimbang ikut berperang di Suriah


Rabu, 16 Oktober 2019 / 22:49 WIB
ILUSTRASI. Presiden AS Donald Trump berbicara tentang penyelidikan pemakzulan selama pertemuannya dengan Presiden Finlandia Sauli Niinisto di Gedung Putih di Washington, AS, 2 Oktober 2019.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan, menjatuhkan sanksi terhadap Turki akan lebih baik ketimbang ikut berperang di Suriah.

Kepada wartawan di Gedung Putih, Rabu (16/10), Trump menyatakan, terserah Turki dan Suriah untuk menyelesaikannya. Tapi, "baik" bagi Rusia untuk membantu Suriah. Dan, "Bangsa Kurdi bukan malaikat," kata Trump seperti dikutip Reuters.

Meski begitu, Wakil Presiden AS dan sejumlah diplomat top berencana melakukan perjalanan ke Ankara untuk bertemu Presiden Turki Tayyip Erdogan. Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo bilang, tujuannya untuk mencari gencatan senjata.

Baca Juga: Situasi bakal makin mendidih, pasukan Rusia sudah masuk ke Suriah

Sementara Erdogan kepada wartawan di Parlemen Turki menyebutkan, ia mengevaluasi kembali rencana kunjungannya ke Washington pada November nanti atas undangan Trump, tetapi mungkin mengunjungi Rusia.

Yang jelas, pasukan Rusia sudah menyeberangi Sungai Efrat di Suriah Utara dan mencapai pinggiran Kota Kobani, lalu siap ke arah Timur dengan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) pimpinan Kurdi.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×