Reporter: Harris Hadinata | Editor: Harris Hadinata
KONTAN.CO.ID - NEW DELHI. Aktivitas sektor swasta India mulai pulih pada Agustus 2026 setelah mencapai titik terendah dalam lebih dari empat tahun pada bulan sebelumnya. Namun, pemulihan tersebut masih rapuh karena pertumbuhan sektor manufaktur melambat ke level terlemah dalam lima tahun.
S&P Global mengumumkan, Jumat (21/8/2026), berdasarkan data awal HSBC, HSBC Flash India Composite PMI Output Index naik menjadi 54,6 pada Agustus, dari 54,3 pada Juli. Angka Agustus merupakan level terendah kedua sejak Maret 2022.
Kendati begitu, indeks masih ada di atas level 50. Dengan demikian, ekspansi aktivitas bisnis sudah tercatat tumbuh selama 61 bulan berturut-turut.
Perbaikan aktivitas terutama ditopang sektor jasa. HSBC Flash India Services PMI Business Activity Index meningkat menjadi 54,5, dari 53,3 pada Juli. Pertumbuhan aktivitas bisnis dan pesanan baru di sektor jasa kembali menguat setelah pada Juli mencatat laju terlemah dalam 53 bulan.
Sebaliknya, sektor manufaktur kehilangan momentum. HSBC Flash India Manufacturing PMI turun menjadi 52,9 pada Agustus, dari 53,5 pada Juli. Penurunan tersebut merupakan yang ketiga secara beruntun dan menjadi level terendah dalam lebih dari lima tahun.
Baca Juga: Aktivitas Bisnis Inggris Menguat, Cetak PMI Tertinggi Empat Bulan
Pertumbuhan output dan pesanan baru manufaktur juga menjadi yang paling lemah dalam lima tahun. Meski masih mencatat ekspansi, perusahaan menghadapi kondisi pasar yang menantang, tekanan persaingan serta permintaan pelanggan yang lebih rendah.
Chief India Economist HSBC Pranjul Bhandari mengatakan, pertumbuhan sektor swasta secara keseluruhan masih relatif stabil berkat pemulihan sektor jasa. “Pertumbuhan manufaktur kembali melemah pada Agustus, mencatat perbaikan paling lemah dalam lima tahun,” sebut dia dalam rilis pers, Jumat (21/8/2026)
Bhandari menambahkan, meski output dan pesanan baru masih meningkat, laju pertumbuhannya melambat. Persediaan barang jadi juga masih tinggi meskipun aktivitas pembelian input melemah. “Tekanan biaya mereda, tetapi perusahaan menaikkan harga jual lebih cepat, yang menunjukkan adanya peningkatan penerusan biaya kepada pelanggan,” imbuh dia.
Dari sisi permintaan eksternal, pesanan ekspor tetap tumbuh solid di sektor manufaktur maupun jasa. Perusahaan responden melaporkan permintaan yang lebih kuat dari Amerika Serikat, Jerman, China, Singapura dan Jepang. Namun, laju pertumbuhan pesanan ekspor melambat di kedua sektor dibandingkan bulan sebelumnya.
Baca Juga: Penjualan Ritel Inggris Turun di Juli 2026, Usai Melonjak Saat Gelaran Piala Dunia
Pasar tenaga kerja memberikan sinyal yang relatif positif. Penyerapan tenaga kerja sektor swasta meningkat dengan laju yang merupakan salah satu yang tercepat sejak Juni 2025, setara dengan laju pertumbuhan pada April 2026.
Kenaikan terutama terjadi di sektor jasa. Sebaliknya, jumlah pekerja di sektor manufaktur turun untuk pertama kalinya dalam sekitar dua setengah tahun.
Tekanan biaya input juga mereda. Inflasi biaya input sektor swasta melambat ke level terendah dalam tujuh bulan. Namun, perusahaan justru menaikkan harga jual dengan laju yang lebih cepat. Inflasi harga output mencapai level tertinggi sejak April, menunjukkan semakin banyak perusahaan yang meneruskan kenaikan biaya kepada konsumen.
Di sisi lain, prospek bisnis membaik. Ekspektasi perusahaan terhadap kondisi usaha dalam 12 bulan ke depan meningkat dibandingkan Juli, dengan optimisme membaik baik di sektor manufaktur maupun jasa.
Data tersebut menunjukkan ekonomi India masih tumbuh, tetapi mulai menghadapi perbedaan kinerja yang semakin jelas antara sektor jasa dan manufaktur. Pemulihan tipis pada Agustus belum cukup menghapus sinyal perlambatan yang terlihat dari penurunan PMI manufaktur secara beruntun.














