Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - SEOUL. Timur Tengah kembali memanas setelah Korea Selatan mengumumkan sebuah kapal yang dioperasikan negara tersebut mengalami ledakan dan kebakaran pada hari Senin (4/5/2026) di Selat Hormuz, dalam insiden yang menurut Presiden AS Donald Trump disebabkan oleh serangan Iran.
Kementerian Luar Negeri Korea Selatan mengatakan, kebakaran dan ledakan terjadi di kapal yang dioperasikan oleh perusahaan pelayaran Korea Selatan HMM. Ditambahkan bahwa tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dan pihak berwenang sedang menyelidiki penyebab kebakaran tersebut.
Trump mengatakan, Iran melepaskan tembakan ke kapal kargo Korea Selatan dan beberapa target lainnya saat AS meluncurkan operasi untuk membuka Selat Hormuz bagi pelayaran. Trump pun mendesak Korea Selatan untuk bergabung dalam upaya tersebut.
Baca Juga: Timur Tengah Membara, Bos IMF Ingatkan Ekonomi Global Bisa Masuk Skenario Terburuk
Kebakaran terjadi di ruang mesin kapal kargo berbendera Panama, tempat 24 awak kapal, termasuk enam warga negara Korea Selatan berada, kata juru bicara HMM kepada Reuters, yang menambahkan bahwa penyebab kebakaran belum jelas saat ini.
Sejumlah kapal komersial dilaporkan terkena serangan dan sebuah pelabuhan minyak UEA terbakar setelah serangan Iran. Hal tersebut terjadi ketika Trump menggunakan Angkatan Laut AS untuk membebaskan jalur pelayaran yang memicu eskalasi terbesar perang sejak gencatan senjata diumumkan empat minggu lalu.
"Selain kapal Korea Selatan, saat ini belum ada kerusakan yang terjadi di Selat Hormuz," kata Trump dalam unggahan Truth Social.
Pemerintah Korea Selatan sedang memeriksa intelijen bahwa kapal HMM Namu mungkin telah diserang, lapor Yonhap News, mengutip pejabat pemerintah.
Baca Juga: Orang Terkaya ASEAN: Taipan Vietnam Kuasai Puncak, Indonesia Mendominasi
"Pemerintah kami akan berkomunikasi erat dengan negara-negara terkait mengenai masalah ini dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan keselamatan kapal dan awak kapal kami di dalam Selat Hormuz," kata Kementerian Luar Negeri Korea Selatan dalam sebuah pernyataan.
Seoul mengatakan 26 kapal berbendera Korea Selatan terdampar di sana.













