kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45974,33   -17,61   -1.78%
  • EMAS991.000 0,71%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.12%

Semakin parah, China catat kasus harian corona tertinggi dalam lima bulan


Senin, 11 Januari 2021 / 14:16 WIB
Semakin parah, China catat kasus harian corona tertinggi dalam lima bulan
ILUSTRASI. Orang-orang beraktivitas menggunakan masker di Kota Beijing, China, Senin, 11 Januari 2021.


Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Penyebaran virus corona baru di China kembali sulit dikendalikan. Pada Senin (11/1), China mencatat angka infeksi harian tertinggi dalam lebih dari lima bulan terakhir. 

Reuters melaporkan, lonjakan kasus baru mayoritas berasal dari Provinsi Hebei. Komisi Kesehatan Nasional (NHC) menyebutkan, Hebei menyumbang 82 dari 85 infeksi lokal baru yang dilaporkan pada Minggu (10/1).

Sementara Provinsi Liaoning mencatat 2 kasus baru dan Beijing mengonfirmasi 1 kasus baru. China juga mencatat 18 infeksi baru yang datang dari luar negeri alias kasus impor.

Dengan tambahan itu, kasus harian di China pada Minggu (10/1) menyentuh angka 103, tertinggi sejak 127 kasus yang dilaporkan pada 30 Juli 2020 lalu.

Baca Juga: Cegah penyebaran corona, China lockdown sebuah kabupaten di Provinsi Heilongjiang

China mengakui, jumlah tersebut memang jauh lebih kecil dari apa yang tercatat pada awal 2020. Meskipun demikian, pemerintah tetap bergerak dengan cepat untuk mencegah penyebaran virus dan menghindari serangan gelombang baru secara nasional.

Saat ini, Provinsi Hebei menjadi fokus lockdown, terutama ibu kota Shijiazhuang yang menjadi episentrum wabah baru di provinsi itu. Isolasi total telah diterapkan dengan orang dan kendaraan dilarang meninggalkan kota. Transportasi umum juga dihentikan.

Otoritas perhubungan Hebei mengatakan, beberapa bagian jalan raya di provinsi itu telah ditutup. Kemudiam, kendaraan yang terdaftar di Shijiazhuang dan Xingtai akan diminta untuk kembali.

Sebuah kabupaten di Provinsi Heilongjiang pada Senin (11/1) juga mulai memasuki masa lockdown setelah melaporkan infeksi virus corona baru.

Baca Juga: China: Tim WHO untuk menyelidiki asal usul Covid-19 akan tiba pada 14 Januari

Sistem lockdown total ini merupakan aturan standar yang diterapkan Pemerintah China jika ditemukan kluster baru dalam sebuah wilayah meski hanya satu. Melalui kebijakan ini, China secara perlahan berhasil mengendalikan penyebaran virus corona di negaranya.

Kabupaten Wangkui di Provinsi Heilongjiang melaporkan 8 kasus asimtomatik baru pada Senin dan langsung menutup semua unit bisnis minor, melarang orang meninggalkan kota, dan memblokir semua lalu lintas yang tidak penting.

Reuters juga melaporkan, Pemerintah Wangkui mengizinkan setiap keluarga di kota itu untuk mengirimkan satu anggotanya setiap tiga hari sekali untuk membeli kebutuhan sehari-hari.

Data terbaru dari Reuters mencatat, saat ini total kasus Covid-19 di China mencapai 87.536, sementara jumlah kematian tetap tidak berubah di angka 4.634.

Selanjutnya: WHO soroti ketimpangan jumlah vaksin antara negara kaya dan negara miskin

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×