kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.042   34,00   0,19%
  • IDX 6.320   85,12   1,37%
  • KOMPAS100 832   13,60   1,66%
  • LQ45 635   11,28   1,81%
  • ISSI 218   2,09   0,97%
  • IDX30 357   7,08   2,02%
  • IDXHIDIV20 439   8,12   1,89%
  • IDX80 95   1,54   1,64%
  • IDXV30 120   1,66   1,39%
  • IDXQ30 114   1,99   1,77%

Sempat mendekati China, Filipina kini mesra lagi dengan AS demi Laut China Selatan


Kamis, 04 Juni 2020 / 09:16 WIB
ILUSTRASI. Presiden Filipina Rodrigo Duterte berbincang dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Manila pada 12 November 2017.


Sumber: Channel News Asia | Editor: Khomarul Hidayat

Duterte sempat berniat mengakhiri pakta militer dengan AS tersebut karena dipicu oleh pembatalan visa oleh AS terhadap Ronald Dela Rosa, seorang senator yang menjabat sebagai arsitek utama perang narkoba ala Duterte.

Rencananya pengakhiran pakta militer tersebut akan berlaku pada bulan Agustus 2020.

Duterte memang dikenal tidak suka kritik dan sanksi terhadap kebijakannya. Meskipun Duterte telah berulang kali mengancam akan menarik Filipina dari AS, hubungan dua negara tetap dekat.

Romualdez mengatakan tawaran AS untuk membantu Filipina dalam perjuangannya menahan wabah Covid-19 juga membantu keputusan untuk mempertahankan VFA.

Penangguhan VFA ini berlaku selama enam bulan terhitung sejak 1 Juni 2020 dan dapat diperpanjang enam bulan lagi.

Baca Juga: Presiden Duterte tidak jadi batalkan perjanjian militer dengan AS, kenapa?




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×