kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45916,25   -4,93   -0.53%
  • EMAS960.000 -0,10%
  • RD.SAHAM -0.05%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.02%

Serangan udara mematikan Rusia merupakan tembakan peringatan untuk Turki


Rabu, 28 Oktober 2020 / 09:41 WIB
Serangan udara mematikan Rusia merupakan tembakan peringatan untuk Turki
ILUSTRASI. Ilustrasi helikopter militer milik Rusia. REUTERS/Evgenia Novozhenina


Sumber: Arab News | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - ANKARA. Analis politik menilai, serangan udara Rusia di kamp pelatihan pemberontak di provinsi Idlib Suriah merupakan "tembakan peringatan" Moskow ke Turki atas dukungannya untuk kelompok ekstremis.

Melansir Arab News, serangan udara yang dilakukan pada hari Senin (28/10/2020) lalu merupakan serangan paling mematikan dalam sembilan tahun konflik di Suriah. Asal tahu saja, serangan udara itu menewaskan hampir 80 pejuang milisi yang didukung Turki di kamp pemberontak Faylaq Al-Sham, dekat perbatasan Suriah dengan Turki.

Setelah serangan, perdebatan berkecamuk tentang pesan yang ingin dikirim Moskow ke Ankara dengan menargetkan proxy utama Turki di negara yang dilanda perang.

Serangan itu dianggap sebagai pelanggaran serius atas perjanjian gencatan senjata Moskow dengan Ankara.

Idlib adalah fokus dari perselisihan yang berkembang antara Turki dan Rusia, dengan Turki mendukung pasukan pemberontak, sementara Moskow mendukung pemerintah Assad untuk merebut kembali provinsi tersebut.

Baca Juga: Rusia: Situasi di perbatasan Rusia dan Belarusia dengan negara NATO tetap tegang

Pemberontak, yang secara ideologis dekat dengan Ikhwanul Muslimin, telah membantu pasukan Turki mengamankan titik pengamatan di zona yang diperebutkan. Pejuang milisi juga merupakan kelompok bersenjata terbesar yang didukung oleh Ankara.

Para pengamat mengatakan serangan udara itu akan menyebabkan peningkatan ketegangan antara Rusia dan Turki.

Kedua negara telah menghentikan patroli bersama di sepanjang jalan raya utama M4 Idlib meskipun Turki telah memutuskan untuk menguji coba sistem pertahanan udara S-400 Rusia yang kontroversial, mengabaikan peringatan dari Washington.

Baca Juga: Wah, Putin ingin bertemu juara dunia UFC Khabib Nurmagomedov

Sementara itu, Turki telah meningkatkan bala bantuan di pos-pos militer di sepanjang M4 untuk memperkuat pijakannya di wilayah tersebut.

Menurut Samuel Ramani, seorang analis Timur Tengah di Universitas Oxford, Rusia semakin khawatir bahwa Turki mungkin meningkatkan dukungan untuk kelompok dan organisasi pemberontak yang dipandang Moskow sebagai ekstremis.




TERBARU

[X]
×