Setelah Roket Jarak Menengah, AS Kini Berencana Mengirim Drone Tempur ke Ukraina

Kamis, 02 Juni 2022 | 11:57 WIB Sumber: Reuters
Setelah Roket Jarak Menengah, AS Kini Berencana Mengirim Drone Tempur ke Ukraina

ILUSTRASI. Drone MQ-1C Grey Eagle di Michael Army Airfield, Dugway Proving Ground di Utah, 6 Februari 2013. REUTERS/Angkatan Darat AS/Spc. Latoya Wiggins

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Pemerintah AS dikabarkan sedang mempertimbangkan rencana untuk menjual drone tempur MQ-1C Gray Eagle ke Ukraina. Beberapa sumber yang dikutip Reuters menyebut rencana ini akan segera disampaikan ke Kongres dalam beberapa hari mendatang.

Sumber tersebut mengatakan bahwa rencana penjualan tersebut sebenarnya telah dibahas di Pentagon selama beberapa minggu. Namun, rencana tersebut masih bisa ditolak oleh Kongres.

Dana bagian dari Inisiatif Bantuan Keamanan Ukraina senilai US$40 miliar kabarnya telah disisihkan untuk mendanai kemungkinan penjualan dan pelatihan yang diperlukan untuk drone tersebut.

Baca Juga: Sukses di Ukraina, Drone Tempur Bayraktar TB2 Diprediksi Bakal Dilirik Seluruh Dunia

Hingga saat ini Ukraina telah menggunakan beberapa jenis sistem udara tak berawak jarak pendek yang lebih kecil untuk melawan pasukan Rusia. Beberapa di antaranya adalah RQ-20 Puma AE dan Bayraktar TB2.

Pakar drone Dan Geter dari Vertical Flight Society, menjelaskan bahwa secara umum drone MQ-1C memiliki ukuran yang jauh lebih lebih besar dengan berat lepas landas maksimum sekitar tiga kali lipat dari Bayraktar TB2. 

MQ-1C juga lebih kompatibel dengan lebih banyak variasi amunisi daripada Bayraktar TB2. MQ-1C yang rencananya akan dijual ke Ukraina akan menggunakan rudal Hellfire yang beratnya sekitar dua kali lipat dari rudal MAM-L Turki yang digunakan Ukraina pada Bayraktar TB2.

Baca Juga: AS Siap Kirim Sistem Roket Jarak Menengah Berteknologi Tinggi ke Ukraina

Baru-baru ini AS juga telah memastikan akan mengirim sistem roket jarak menengah berteknologi tinggi ke Ukraina. Senjata jenis ini adalah yang paling sering diminta para pejabat Ukraina untuk mempertahankan wilayah Donbas.

Mengutip AP, sistem roket tersebut akan mencakup helikopter, senjata anti-tank Javelin, kendaraan taktis, suku cadang, dan perlengkapan pendukung lainnya.

Roket jarak menengah ini umumnya memiliki jangkauan hingga 70 km. Pejabat pemerintahan Joe Biden memastikan bahwa roket tersebut hanya akan ditembakkan ke aset Rusia yang ada di Ukraina dan tidak akan ditembakkan ke wilayah Rusia.

Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Terbaru