kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45950,15   -24,18   -2.48%
  • EMAS989.000 -0,20%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.12%

Setiap Menit Hutan yang Hilang Seluas 10 Lapangan Bola: Brasil Tertinggi, Indonesia?


Kamis, 28 April 2022 / 23:15 WIB
Setiap Menit Hutan yang Hilang Seluas 10 Lapangan Bola: Brasil Tertinggi, Indonesia?


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - Pada 2021, dunia kehilangan area hutan yang lebih besar dari ukuran Inggris Raya, menurut laporan Global Forest Watch. Sekitar 253.000 kilometer persegi hutan hilang sepanjang tahun lalu.

Itu berarti, setiap menit, area hutan yang hilang seluas 10 lapangan sepak bola.

Angkanya hampir sama dengan tahun 2020, yang mengalami peningkatan tajam dari 2019, laporan Global Forest Watch mengungkapkan, yang menggunakan data hutan yang University of Maryland, AS, kumpulkan.

Mengutip Al Jazeera, Global Forest Watch mengatakan, kehancuran cepat hutan menempatkan target iklim global dalam bahaya.

Baca Juga: Tingkat CO2 dan Metana yang Menghangatkan Atmosfer Bumi Tahun 2021, Rekor Tertinggi

Yang paling mengkhawatirkan adalah, hilangnya 37.500 kilometer persegi hutan hujan tropis tua, rumah bagi vegetasi lebat yang menyimpan karbon tingkat tinggi.

Penyebab area hutan yang hilang sebagian besar adalah kerusakan oleh manusia, terutama pembukaan lahan untuk ternak dan tanaman.

Para peneliti Global Forest Watch menghitung, hilangnya hutan hujan primer tropis pada 2021 mengakibatkan pelepasan 2,5 gigaton karbon dioksida ke atmosfer, setara dengan emisi bahan bakar fosil tahunan India.

Lebih dari 40% area hutan yang hilang terjadi di Brasil, di mana sekitar 1,5 juta hektare hancur. Aktivis menyatakan, kebijakan Presiden Jair Bolsonaro telah mengakibatkan lonjakan kehancuran hutan baru-baru ini.

Baca Juga: KLHK Gugat 2 Perusahaan Pembakar Hutan dan Lahan di Kalimantan Rp 1,7 Triliun

Republik Demokratik Kongo mengalami kehancuran tertinggi kedua dari hutan hujan tropis primer, dengan 500.000 hektare hilang pada 2021. Bolivia, sementara itu, kehilangan hampir 300.000 hektare hutan.

Di daerah yang lebih dingin, hutan boreal yang ditemukan di negara-negara paling utara mencapai Kanada, Rusia, dan Alaska, kehilangan lebih dari 80.000 kilometer persegi area tahun lalu, tingkat tertinggi sejak pencatatan dimulai pada 2001, laporan Global Forest Watch menunjukkan.

Sebagian besar areal hutan boreal yang hilang akibat kebakaran di Rusia, didorong oleh kondisi yang lebih panas dan lebih kering yang kemungkinan terkait dengan perubahan iklim, laporan Global Forest Watch menyebutkan.

Laporan tersebut memang menyoroti beberapa titik terang, khususnya di Indonesia, berkat kebijakan pemerintah dan tindakan sektor swasta yang membantu mengurangi hilangnya hutan primer sebesar 25% tahun lalu dibanding tahun sebelumnya.

Itu menandai tahun kelima berturut-turut kehancuran yang melambat di Indonesia, meskipun dari tingkat yang sangat tinggi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Financial Modeling & Corporate Valuation Fundamental Supply Chain Planner Development Program (SCPDP)

[X]
×