kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   20.000   0,73%
  • USD/IDR 17.900   47,00   0,26%
  • IDX 6.127   -2,81   -0,05%
  • KOMPAS100 807   -1,47   -0,18%
  • LQ45 611   -9,23   -1,49%
  • ISSI 216   0,35   0,16%
  • IDX30 348   -6,56   -1,85%
  • IDXHIDIV20 426   -11,92   -2,72%
  • IDX80 93   -0,89   -0,95%
  • IDXV30 118   -2,46   -2,04%
  • IDXQ30 112   -2,96   -2,59%

Siapa Tokoh yang Bakal Menjadi Pemimpin Hamas Berikutnya? Ini 4 Kandidatnya


Sabtu, 19 Oktober 2024 / 03:08 WIB
ILUSTRASI. Dengan tewasnya Yahya Sinwar, Hamas kini harus menunjuk pemimpin baru Gaza dan pemimpin politik baru. Khaled Meshaal, salah satunya. REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

3. Saudara Sinwar

Saudara Yahya Sinwar, Mohammed, diyakini masih hidup dan bersembunyi dari pasukan Israel di Gaza.

Mohammed dianggap sebagai ahli strategi utama dalam operasi Hamas di Gaza.

Ia diangkat sebagai komandan brigade Khan Younis milik Hamas pada tahun 2005 dan ikut serta dalam penculikan tentara Israel Gilad Shalit pada tahun 2006 dari Israel ke Gaza.

Saudara Sinwar saat ini memimpin brigade selatan Hamas dan menjadi anggota dewan militer sayap militer kelompok tersebut.

Israel menawarkan hadiah sebesar £230.000 untuk informasi apa pun yang mengarah kepada Mohammed, yang lolos dari enam upaya pembunuhan, sehingga ia dijuluki "mayat hidup".

Baca Juga: Pemimpin Hamas Yahya Sinwar Tewas Dibunuh oleh Pasukan Israel di Gaza

4. Pendiri Hamas

Moussa Abu Marzouk merupakan salah satu pendiri Hamas dan terpilih sebagai pemimpin politik pertama kelompok tersebut pada tahun 1992.

Ia telah tinggal di beberapa negara selama bertahun-tahun, termasuk AS tempat ia dipenjara selama 22 bulan. Ia kemudian diusir dari Yordania dan Suriah, dan saat ini tinggal di Qatar.

Pada tahun 2013, Marzouk diangkat sebagai wakil di bawah Meshaal, yang bertugas menangani semua masalah eksternal Hamas.

Ia telah memberikan beberapa wawancara kepada media Israel sejak 7 Oktober, sering kali meremehkan kekejaman dan menolak mengakui pembunuhan massal warga sipil.

Tonton: Putra Mahkota: Arab Saudi Ogah Akui Israel Tanpa Negara Palestina




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×