kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45754,18   -2,20   -0.29%
  • EMAS1.007.000 -0,20%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN -0.11%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Singapore Airlines mendapat pinjaman agunan pesawat senilai S$ 750 juta


Jumat, 24 Juli 2020 / 09:40 WIB
Singapore Airlines mendapat pinjaman agunan pesawat senilai S$ 750 juta
Pesawat Singapore Airlines saat di Bandara Changi, Singapura. Singapore Airlines mendapat dana tambahan dari pinjaman. REUTERS

Reporter: Markus Sumartomdjon | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Singapore Airlines (SIA) kembali mendapat tambahan dana  segar senilai S$ 750 juta. Dalam keterangan tertulis yang diterima Kontan.co.id, dana tersebut berasal dari pinjaman jangka panajng yang didapat SIA (Singapore Airlines) dengan jaminan beberapa pesawat Airbus A350-900 dan Boeing 787-10.

Dengan penyelesaian transaksi tersebut, saat ini Singapore Airlines atau SIA telah memperoleh pinjaman beragunan dengan total S$ 1,65 miliar sejak awal tahun keuangan 2020/2021.Adapun total likuiditas yang diperoleh Singapore Airlines selama periode yang sama hingga saat ini berkisar S$ 11 miliar.

Baca Juga: Simalakama Penyelamatan Penerbangan

Selain upaya tersebut, Singapore Airlines juga sudah mendapat dana sebesar S$ 8,8 juta berkat keberhasilan SIA dalam melakukan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD), kemudian dana sebesar  S$ 1,65 miliar dari pinjaman beragunan, dan lebih dari S$ 500 juta melalui jalur komitmen kredit baru dan pinjaman jangka pendek tanpa jaminan dari lembaga keuangan.

Baca Juga: Emirates berencana merumahkan 30.000 karyawannya

Secara terpisah, semua jalur komitmen kredit yang jatuh tempo selama tahun 2020 telah diperbarui hingga 2021 atau setelahnya. “Bersama dengan jalur komitmen kredit baru,  sehingga akses likuiditas hingga lebih dari S$ 2,1 miliar dipastikan akan tetap tersedia,” tulis manajemen Singapore Airlines yang diterima Kontan.co.id, Jumat (24/7).

Sampai dengan periode Juli 2021, perusahaan juga memiliki opsi untuk menaikkan hingga S$ 6,2 miliar tambahan obligasi wajib konversi, yang akan menyediakan likuiditas lebih lanjut jika diperlukan. “Selama periode  yang penuh dengan ketidakpastian ini, SIA akan terus mengeksplorasi cara-cara tambahan untuk menopang likuiditas yang diperlukan,” tulis manajemen Singapore Airlines.

 



TERBARU

[X]
×