Sumber: Reuters | Editor: Harris Hadinata
KONTAN.CO.ID - SEOUL. SK Hynix mulai menggelar penjualan saham di Amerika Serikat (AS), Senin (6/7/2026). Produsen cip asal Korea Selatan (Korsel) ini berniat mengumpulkan 43 triliun won, sekitar Rp 505,48 triliun.
Reuters melaporkan, Baillie Gifford Overseas, dana investasi yang dikelola oleh Coatue Management dan Situational Awareness Partners masing-masing secara terpisah telah menyatakan minat untuk membeli hingga gabungan US$ 7 miliar nilai American Depositary Receipt (ADR) SK Hynix.
Baillie Gifford Overseas, Coatue Management, dan Situational Awareness Partners tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters.
Baca Juga: Penjualan Mobil Inggris Melejit, Cetak Rekor Tertinggi Sejak 2019
SK Hynix akan menjual 17,79 juta saham baru melalui ADR di Nasdaq. 10 ADR akan mewakili satu saham biasa. Dokumen penawaran saham yang diajukan Senin (6/7/2026) menyebut harga referensi 242.500 won per ADR, berdasarkan harga penutupan SK Hynix pada 3 Juli di Seoul.
Di Zhou, Manajer Portofolio Thornburg Investment Management yang berbasis di Santa Fe, New Mexico, menilai, pencatatan ADR SK Hynix merupakan hal positif. Alasannya, pencatatan ini akan memperluas basis investor perusahaan dan berpotensi mempersempit kesenjangan valuasi dengan pesaingnya dari AS, Micron.
"Kita berada di tengah siklus super memori, dengan ketiga pemasok utama, Samsung, SK Hynix, dan Micron, memanfaatkan gelombang permintaan yang didorong oleh AI," kata Di Zhou, seperti dikutip Reuters, Senin (6/7/2026). Thornburg Investment memiliki saham biasa SK Hynix di Korea.
Baca Juga: Harga Minyak Turun Lebih dari 1% Usai OPEC+ Sepakat Tambah Produksi Mulai Agustus
SK Hynix telah menjadi salah satu penerima manfaat terbesar di dunia dari antusiasme terhadap AI karena kinerjanya melampaui pesaing utamanya, Samsung dan Micron. "Ini lebih dari sekadar peristiwa likuiditas," kata Dave Mazza, Kepala Eksekutif Roundhill Investments di New York
Steve Sosnick, Kepala Strategi Interactive Brokers yang berbasis di Connecticut, mengatakan, individu dan lembaga yang lebih kecil akan mendapat manfaat dari pencatatan saham di AS, bukan investor besar. "Pencatatan saham baru ini akan memudahkan Hynix yang membutuhkan modal untuk mengakses langsung kelompok investor baru yang haus akan momentum," kata Sosnick.
SK Hynix mengatakan hasil dari pencatatan American Depositary Receipts (ADR) akan digunakan untuk membangun pabrik cip di Korea Selatan dan membeli peralatan pembuatan cip, termasuk pemindai ultraviolet ekstrem yang dibuat oleh produsen peralatan Belanda, ASML.
Baca Juga: Topan Maysak Picu Banjir, Kota Nanning di China Tetapkan Status Siaga Tertinggi
Harga akhir pencatatan di New York akan ditetapkan pada Kamis, sebelum saham mulai diperdagangkan pada Jumat, menurut pengajuan peraturan. Manajemen perusahaan akan bertemu dengan investor global dalam roadshow minggu ini.
Kesepakatan ini diperkirakan akan menjadi penjualan saham terbesar kedua setelah penawaran umum perdana (IPO) SpaceX senilai US$ 85,7 miliar bulan lalu, melampaui IPO Saudi Aramco senilai US$ 25,6 miliar pada tahun 2019 dan penawaran serupa Alibaba pada tahun 2014.
SK Hynix adalah pemasok utama cip memori bandwidth tinggi yang digunakan dalam sistem AI oleh pelanggan seperti Nvidia dan Google milik Alphabet.
Baca Juga: Gempa Magnitudo 5,8 Guncang Mindanao Filipina
SK Hynix diperkirakan akan bergabung dengan indeks semikonduktor Philadelphia SE yang didominasi chip, kata para analis. Hal ini akan membantu membuka jalan bagi lonjakan investasi pasif.
SK Hynix, bersama Samsung Electronics, menjadi penopang program pemerintah Korsel meluncurkan industri yang berpusat pada semikonduktor dan AI. Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung, Senin (6/7), memerintahkan para pejabat untuk segera memulai pengerjaan proyek-proyek besar di bidang cip dan AI yang diumumkan pekan lalu.














