Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - ICHEON. Produsen chip Korea Selatan SK Hynix berencana untuk mengajukan permohonan rahasia untuk mencatatkan saham di pasar saham Amerika Serikat (AS) pada paruh kedua tahun 2026, kata perusahaan tersebut pada Selasa (24/3/2026).
Berdasarkan sumber Reuters, dalam aksi korporasi tersebut, SK Hynix bisa mengantongi dana dana hingga US$ 14 miliar.
SK Hynix akan mencatatkan sekitar 2% hingga 3% dari total sahamnya dan menggunakan dana tersebut untuk membantu membiayai pabrik pembuatan chip di kota Yongin, Korea Selatan, dan negara bagian Indiana, AS, kata seseorang yang mengetahui langsung diskusi tersebut.
SK Hynix tidak segera menanggapi permintaan komentar mengenai besarnya penggalangan dana tersebut.
Baca Juga: Militer Iran Sebut AS Hanya Bernegosiasi dengan Dirinya Sendiri
SK Hynix adalah salah satu produsen chip memori terbesar di dunia dan telah memperluas kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan yang kuat akan pusat data kecerdasan buatan.
Saham SK Hynix diperdagangkan menguat 1,13% pada pukul 05.26 GMT, dibandingkan dengan kenaikan 1,9% pada indeks acuan KOSPI.
Pengajuan rahasia memungkinkan perusahaan untuk merahasiakan detail tentang keuangan dan persyaratan penawaran perusahaan hingga mendekati pencatatan saham sebenarnya.
Persusahaan akan menerbitkan sekitar saham 2% hingga 3% yang akan setara dengan US$ 9,6 miliar hingga US$ 14,4 miliar, berdasarkan kapitalisasi pasar SK Hynix.
Target tersebut berpotensi lebih dari dua kali lipat dari IPO Coupang di AS yang mencapai US$ 4,6 miliar pada tahun 2021 dan menandai apa yang bisa menjadi pencatatan saham terbesar di AS dalam lima tahun terakhir, menurut perhitungan Reuters berdasarkan harga penutupan saham pada hari Selasa.
Perusahaan, dalam pengajuan peraturan domestik pada hari Rabu (25/3/2026), mengatakan: "Meskipun kami bertujuan untuk menyelesaikan pencatatan saham dalam tahun 2026, detail spesifik - seperti ukuran, struktur, dan jadwal penawaran - belum diselesaikan."
CEO SK Hynix Kwak Noh-jung mengatakan pada rapat pemegang saham tahunan perusahaan bahwa rencana pencatatan saham di AS dapat digambarkan sebagai bagian dari upaya untuk menilai kembali nilai perusahaan di Amerika Serikat, pasar ekuitas terbesar di dunia tempat perusahaan semikonduktor global utama terdaftar.
Baca Juga: Yuan Menguat terhadap Dolar AS Rabu (25/3), Didukung Harapan Meredanya Perang Iran
Kwak menambahkan bahwa perusahaan bertujuan untuk melakukan pencatatan saham di Amerika Serikat pada paruh kedua tahun ini.
Korea Economic Daily melaporkan awal pekan ini bahwa SK Hynix sedang mempertimbangkan untuk mengumpulkan 10 triliun hingga 15 triliun won (atau setara US$ 6,7 miliar hingga US$ 10 miliar) dalam pencatatan saham di AS.
Pada rapat pemegang saham perusahaan, SK Hynix juga menyatakan bahwa mereka bertujuan untuk mengamankan lebih dari 100 triliun won dalam bentuk kas bersih untuk merespons permintaan pelanggan dengan lebih baik dan menstabilkan operasi bisnis, tanpa memberikan tenggat waktu, dibandingkan dengan 12,7 triliun won pada akhir tahun 2025.
Rencana pencatatan saham ini muncul ketika SK Hynix meningkatkan investasi untuk memenuhi lonjakan permintaan chip kecerdasan buatan, sambil juga menghadapi meningkatnya risiko geopolitik dan pengawasan investor atas alokasi modal.
Kim Sun-woo, analis senior di Meritz Securities, mengatakan bahwa pencatatan saham di AS akan memberi SK Hynix pesaing yang dapat dibandingkan langsung, yaitu Micron yang terdaftar di AS, memungkinkan perbandingan yang lebih jelas yang menyoroti valuasi yang lebih rendah meskipun profitabilitas dan kemampuan teknologinya lebih kuat, dan menggarisbawahi perlunya mengatasi kesenjangan tersebut secara lebih langsung bagi para pemegang saham.
Baca Juga: BHP Prediksi Gangguan Energi Berpotensi Hambat Upaya Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca
Pada bulan Januari, "AS Presiden Donald Trump menandatangani proklamasi yang bertujuan untuk mengatasi masalah keamanan nasional terkait impor semikonduktor, dengan memberlakukan tarif 25% pada chip kecerdasan buatan tertentu, termasuk prosesor AI H200 Nvidia dan MI325X AMD.
Secara terpisah, Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick mengatakan bahwa produsen chip Korea Selatan dan Taiwan yang tidak berinvestasi di Amerika Serikat dapat menghadapi tarif hingga 100% kecuali mereka berkomitmen untuk memperluas produksi di tanah Amerika.
TUNTUT PEMBELIAN KEMBALI SAHAM
Forum Tata Kelola Perusahaan Korea, sebuah kelompok advokasi yang terdiri dari investor dan pengacara, mengatakan pada hari Rabu bahwa mereka menentang potensi penerbitan saham baru SK Hynix untuk pencatatan di AS, dengan mengatakan bahwa langkah tersebut akan mengurangi nilai saham yang ada, dan melemahkan undang-undang Korea yang telah direvisi untuk melindungi kepentingan semua pemegang saham.
Forum tersebut menyatakan bahwa SK Hynix akan mampu menghasilkan arus kas berlebih yang lebih dari cukup bahkan setelah melakukan pengeluaran modal dan investasi R&D selama tahun 2026-2028, dan mendesak perusahaan untuk membeli kembali 10% hingga 15% sahamnya dan menggunakan sebagian besar dana tersebut untuk pencatatan saham di AS.
Baca Juga: AS Siapkan 3.000–4.000 Pasukan Tambahan ke Timur Tengah di Tengah Konflik Iran
"Keputusan itu mengecewakan," kata Kim Hyun-su, seorang manajer dana di IBK Asset Management yang berbasis di Seoul.
"Saya tidak mengerti mengapa mereka harus menerbitkan saham baru - mereka mungkin dapat melakukan pencatatan saham menggunakan saham yang ada. Jika mereka melakukan pembelian kembali saham dan kemudian mencari pencatatan saham di AS, itu akan membuat semua orang senang."













