Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Amerika Serikat (AS) diperkirakan akan mengirim ribuan pasukan tambahan dari Divisi Lintas Udara ke-82 ke kawasan Timur Tengah.
Rencana ini muncul di tengah pembahasan kemungkinan kesepakatan dengan Iran untuk mengakhiri konflik yang telah memasuki pekan keempat.
Dua sumber yang mengetahui rencana tersebut menyebutkan, Pentagon tengah menyiapkan pengiriman sekitar 3.000 hingga 4.000 tentara.
Pasukan elit ini saat ini bermarkas di Fort Bragg, North Carolina, dan dikenal mampu dikerahkan dalam waktu singkat untuk operasi tempur, termasuk serangan udara melalui penerjunan.
Baca Juga: Pentagon Umumkan Identitas Empat Tentara AS yang Tewas dalam Perang Melawan Iran
Meski demikian, belum ada kejelasan mengenai lokasi penempatan maupun waktu keberangkatan pasukan.
Pihak militer AS mengarahkan pertanyaan ke Gedung Putih, yang menegaskan bahwa pengumuman resmi akan disampaikan oleh Pentagon.
Juru bicara Gedung Putih Anna Kelly mengatakan, “Presiden Trump selalu memiliki semua opsi militer di tangannya.”
Salah satu sumber menegaskan, belum ada keputusan untuk mengirim pasukan darat langsung ke wilayah Iran. Namun, langkah ini dinilai sebagai upaya memperkuat kesiapan militer untuk kemungkinan operasi lanjutan di kawasan tersebut.
Sebelumnya, AS juga telah mengirim ribuan marinir dan personel Angkatan Laut melalui kapal serbu amfibi USS Boxer beserta kelompok tempur pendukungnya. Sebelum penambahan ini, jumlah pasukan AS di Timur Tengah diperkirakan mencapai 50.000 personel.
Baca Juga: Iran Ingatkan Konflik Regional Jika AS Menyerang, Sebut Tentara Uni Eropa Teroris
Penguatan militer ini terjadi sehari setelah Presiden Donald Trump menunda ancaman serangan terhadap fasilitas listrik Iran, dengan alasan adanya pembicaraan yang disebut “produktif”. Namun, Iran membantah telah terjadi perundingan.
Sejak operasi militer AS dan Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari, AS disebut telah melancarkan serangan terhadap sekitar 9.000 target di dalam wilayah Iran.
Seorang pejabat AS menyebutkan, sejauh ini 13 tentara AS tewas dan 290 lainnya terluka. Dari jumlah tersebut, 10 orang masih dalam kondisi serius, sementara 255 personel telah kembali bertugas.
Di sisi lain, opsi militer yang dipertimbangkan AS mencakup pengamanan Selat Hormuz hingga kemungkinan penempatan pasukan di garis pantai Iran. Pemerintah juga disebut membahas skenario pengiriman pasukan ke Pulau Kharg, pusat ekspor sekitar 90% minyak Iran.
Baca Juga: Serangan ISIS di Suriah Tewaskan Dua Tentara AS, Trump: Kami Akan Membalas
Meski demikian, penggunaan pasukan darat berisiko secara politik bagi Trump. Dukungan publik di dalam negeri terhadap operasi militer ini relatif rendah.
Survei Reuters/Ipsos terbaru menunjukkan hanya 35% warga AS yang menyetujui serangan terhadap Iran, turun dari 37% pada pekan sebelumnya. Sebaliknya, tingkat penolakan meningkat menjadi 61%.













