South African Airways akan melanjutkan penerbangan pada Juli atau Agustus

Jumat, 14 Mei 2021 | 17:16 WIB Sumber: Reuters
South African Airways akan melanjutkan penerbangan pada Juli atau Agustus

ILUSTRASI. Logo of South African Airways (SAA). REUTERS/Mike Hutchings/File Photo


KONTAN.CO.ID - JOHANNESBURG. South African Airways (SAA) berencana untuk melanjutkan penerbangan pada Juli atau Agustus, tetapi tanggal dimulainya kembali akan tergantung pada perkembangan pandemi Covid-19 dan apakah maskapai dapat menyelesaikan perselisihan pilot.

Mengutip Reuters, Jumat (14/5), SAA milik negara, yang dimasukkan ke dalam administrasi pada Desember 2019, belum terbang secara komersial sejak September, ketika administratornya menghentikan semua operasi sambil menunggu pendanaan untuk restrukturisasi.

Maskapai tersebut keluar dari administrasi pada akhir April setelah menerima 7,8 miliar rand ($ 550 juta) dari pemerintah, tetapi pada saat itu tidak disebutkan kapan akan terbang lagi.

"Sebagai sebuah draf atau sebagai proposal kami akan melihat pada Juli-Agustus 2021," kata Kepala Eksekutif SAA Thomas Kgokolo saat presentasi di depan komite parlemen.

"Bagaimanapun tanggal ini datang dengan beberapa kerumitan, masalah Covid-19 adalah sesuatu yang masih perlu kami pertimbangkan... dan ada masalah kompleks yang kami tangani dengan pilot juga," tambahnya.

Baca Juga: Moody's pangkas proyeksi PDB Afrika Selatan jadi kontraksi 6,5% di tahun fiskal 2020

Kgokolo mengatakan SAA akan bertemu lagi dengan pilotnya pada hari Jumat untuk mencoba menemukan solusi atas ketidaksepakatan atas gaji yang luar biasa dan persyaratan PHK.

Maskapai ini telah berusaha mencapai kesepakatan dengan pilot selama berbulan-bulan.

SAA adalah salah satu dari segelintir perusahaan negara Afrika Selatan yang bergantung pada dana talangan pemerintah, menempatkan anggaran negara di bawah tekanan pada saat utang yang meningkat pesat. ($ 1 = 14.1657 rand)

Selanjutnya: South African Airways bukukan utang US$ 642 juta

 

Editor: Herlina Kartika Dewi

Terbaru