kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.595.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 17.912   -76,00   -0,42%
  • IDX 6.071   -50,56   -0,83%
  • KOMPAS100 785   -8,35   -1,05%
  • LQ45 601   -6,98   -1,15%
  • ISSI 211   -1,12   -0,53%
  • IDX30 333   -4,43   -1,31%
  • IDXHIDIV20 424   -2,18   -0,51%
  • IDX80 90   -0,99   -1,09%
  • IDXV30 115   -0,39   -0,33%
  • IDXQ30 109   -0,96   -0,88%

S&P: Jika suku bunga negatif kian dalam, bank regional Jepang terpukul paling parah


Selasa, 29 Oktober 2019 / 11:24 WIB
ILUSTRASI. Uang kertas 10.000 yen Jepang. REUTERS/Yuriko Nakao/File Photo


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

S&P juga menguraikan, pemangkasan lebih lanjut terkait tingkat suku bunga negatif akan mendongkrak jumlah bank regional yang terpukul menjadi 56 bank, atau 88% dari total bank regional.

Di bawah kebijakan yang dijuluki kontrol kurva hasil (YCC), BOJ memandu suku bunga jangka pendek di level -0,1% dan obligasi pemerintah 10-tahun memiliki kupon sekitar 0% untuk membantu bank sentral mencapai target inflasi sebesar 2%. Target itu sejauh ini terbukti sulit tercapai. Kondisi ini memicu spekulasi bahwa BOJ harus meningkatkan stimulus atau menurunkan targetnya.

Baca Juga: Ada peluang BI pangkas suku bunga pada RDG pekan ini, pasar obligasi masih menarik

Sebelumnya, Gubernur BOJ Haruhiko Kuroda telah mengisyaratkan bahwa melanjutkan kebijakan suku bunga negatif akan menjadi salah satu opsi utama jika BOJ ingin melakukan pelonggaran. Akan tetapi, banyak kritik yang dilontarkan atas rencana tersebut. Alasannya, dengan memangkas suku bunga lanjutan, hal itu lebih banyak dampak negatif ketimbang positifnya. Di sisi lain, kebijakan itu juga memukul keuntungan bank komersial dan mencegah mereka untuk meningkatkan pinjaman.




TERBARU

[X]
×