kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   -20.000   -0,75%
  • USD/IDR 18.125   38,00   0,21%
  • IDX 6.038   113,48   1,92%
  • KOMPAS100 788   17,25   2,24%
  • LQ45 602   13,12   2,23%
  • ISSI 207   3,32   1,63%
  • IDX30 341   7,10   2,13%
  • IDXHIDIV20 423   9,63   2,33%
  • IDX80 90   2,01   2,29%
  • IDXV30 114   2,10   1,87%
  • IDXQ30 109   1,94   1,81%

Studi baru: Penggunaan masker secara luas dapat mencegah gelombang kedua Covid-19


Rabu, 10 Juni 2020 / 16:26 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi virus corona


Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

Dalam studi ini, para peneliti mengaitkan dinamika penyebaran antara orang-orang dengan model tingkat populasi untuk menilai efek pada tingkat reproduksi penyakit, atau nilai R, dari berbagai skenario adopsi masker yang dikombinasikan dengan periode lockdown.

Nilai R mengukur jumlah rata-rata orang yang akan ditularkan oleh satu orang yang terinfeksi penyakit. Nilai R di atas 1 dapat menyebabkan pertumbuhan eksponensial.

Studi ini menemukan bahwa jika orang memakai masker setiap kali mereka berada di depan umum, itu dua kali lebih efektif dalam mengurangi nilai R daripada jika masker hanya dipakai setelah gejala muncul.

Dalam semua skenario yang diteliti, penggunaan masker wajah rutin oleh 50% atau lebih dari populasi mengurangi penyebaran Covid-19 ke R kurang dari 1,0, meratakan gelombang penyakit di masa depan dan memungkinkan lockdown yang kurang ketat.

Baca Juga: Waspada! WHO bilang, 40% penularan virus corona dari orang tanpa gejala

Para ahli yang tidak terlibat langsung dalam studi terbaru di Inggris terbagi atas kesimpulannya.

Brooks Pollock, pakar pemodelan penyakit menular Universitas Bristol, mengatakan kemungkinan dampak masker bisa jauh lebih kecil dari yang diperkirakan. 
Sementara Trish Greenhalgh, seorang profesor Universitas Oxford, mengatakan temuan itu menggembirakan dan menyarankan masker "kemungkinan menjadi ukuran populasi yang efektif".




TERBARU

[X]
×