kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Survei: Tahun 2019 merupakan tahun teraman bagi penerbangan komersial


Kamis, 02 Januari 2020 / 16:02 WIB
ILUSTRASI. Pekerja memotret sejumlah pesawat Boeing seri 737-800 dan 737-900ER milik Lion Air yang terparkir di Terminal 1 A Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (15/3/2019). Pasca larangan terbang pesawat Boeing 737 Max 8 di sejumlah negara akibat dua k


Sumber: BBC | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Penelitian ini mencakup penumpang, awak pesawat, dan siapa pun yang tewas di darat dalam kecelakaan pesawat.

Baca Juga: Wings Air buka layanan perdana dari Nabire ke Manokwari hari ini

Jenis pesawat yang dicakup oleh penelitian ini adalah pesawat yang digunakan oleh sebagian besar penumpang udara di seluruh dunia.

Studi ini tidak termasuk pesawat komuter kecil, dan beberapa pesawat turboprop yang lebih kecil.

Laporan ini juga tidak mencakup kecelakaan yang melibatkan penerbangan militer, penerbangan pelatihan, penerbangan pribadi, pesawat kargo, dan helikopter.

Keselamatan penumpang udara berada di bawah pengawasan ketat pada 2019 setelah dua tabrakan dalam suksesi dekat pesawat Boeing 737 Max.

Baca Juga: Harga Tiket Pesawat Mahal Bikin Kinerja Garuda Indonesia (GIAA) Terpukul

Pada Oktober 2018, Boeing 737 Max yang dioperasikan oleh Lion Air jatuh, menewaskan 189 orang di dalamnya.

Lima bulan kemudian, sebuah pesawat Ethiopian Airlines jatuh, menewaskan 157 orang. Setelah itu, seluruh armada Boeing 737 Max dikandangkan.




TERBARU

[X]
×