kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Taiwan tuding WHO lebih utamakan kepentingan politik daripada kesehatan


Kamis, 14 Mei 2020 / 18:03 WIB
ILUSTRASI. A logo is pictured outside a building of the World Health Organization (WHO) during an executive board meeting on update on the coronavirus outbreak, in Geneva, Switzerland, February 6, 2020. REUTERS/Denis Balibouse


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

Dia berharap China baik dalam pertarungannya.

Taiwan telah melobi agar dapat menghadiri pertemuan Majelis Kesehatan Dunia WHO yang mengambil keputusan pekan depan sebagai pengamat, tetapi China keberatan.

Di Beijing, juru bicara kementerian luar negeri Zhao Lijian mengatakan, dasar Taiwan untuk berpartisipasi dalam WHO dirusak oleh penolakan Partai Progresif Demokratik yang berkuasa untuk mengakui bahwa pulau itu adalah bagian dari China.

Baca Juga: AS ancam kembalikan semua sanksi bila PBB tidak perpanjang embargo senjata ke Iran

Tidak ada dasar hukum untuk "wilayah non-berdaulat" untuk berpartisipasi sebagai pengamat, tambah Zhao.

Amerika Serikat telah berulang kali berselisih dengan China atas penolakannya untuk mengizinkan Taiwan mendapat akses penuh ke WHO.




TERBARU

[X]
×