kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45939,09   -24,05   -2.50%
  • EMAS952.000 -0,42%
  • RD.SAHAM -1.46%
  • RD.CAMPURAN -0.55%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.02%

Tak buru-buru, Australia targetkan gelar vaksinasi Covid-19 di Maret 2021


Kamis, 03 Desember 2020 / 10:42 WIB
Tak buru-buru, Australia targetkan gelar vaksinasi Covid-19 di Maret 2021
ILUSTRASI. Penyebaran virus corona di Australia


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - SYDNEY. Australia menargetkan dapat menggelar vaksinasi virus corona pada bulan Maret 2021 mendatang. Ini dilakukan karena regulator farmasi negara tersebut baru akan meninjau vaksin Covid-19 milik Pfizer pada Januari 2021.

Hal ini membuat Australia tertinggal jauh dari Inggris yang sudah memberikan persetujuan penggunaan vaksin Pfizer pada Rabu (2/12) dan akan mulai melakukan vaksinasi pada pekan depan. 

John Skerritt, Kepala Australia's Therapeutic Goods Administration (TGA) mengatakan, pihaknya kemungkinan akan menyelesaikan peninjauannya pada "akhir Januari" dan telah mengatakan kepada staf untuk tidak merencanakan liburan guna menyelesaikan pekerjaan tersebut.

"Staf saya telah diberitahu untuk menanggalkan pakaian renang dan handuk mereka dan untuk bekerja secepat kami bisa tetapi juga dalam kedalaman yang signifikan," kata Skerritt kepada wartawan di Canberra.

Baca Juga: Desember, pasokan vaksin Covid-19 sudah masuk Indonesia

Pfizer's adalah satu dari empat vaksin COVID-19 yang telah disetujui Australia untuk dibeli, termasuk dari Novavax, AstraZeneca, dan CSL Ltd jika uji coba terbukti berhasil.

Menteri Kesehatan Greg Hunt mengatakan, walau izin penggunaan dapat keluar di Januari, hal tersebut tidak akan mempercepat rencana untuk memulai vaksinasi.

"Kami berada di jalur untuk vaksinasi pertama yang dimulai dengan petugas kesehatan kami dan perawatan lansia kami tunduk pada persetujuan untuk bulan Maret," tegas Hunt kepada wartawan di Canberra.

Menteri Keuangan Australia Josh Frydenberg menambahkan, mengeluarkan vaksin pada saat itu akan meningkatkan ekonomi negara sebesar A$ 34 miliar setara US$ 25 miliar dibandingkan dengan asumsi sebelumnya pada tahun 2022.

Australia berada dalam posisi yang beruntung karena dapat memberikan waktu kepada regulator untuk menyelesaikan pemeriksaan tanpa tekanan kasus Covid-19 yang meningkat.

Penghitungan lebih dari 27.800 infeksi jauh lebih sedikit daripada banyak negara maju lainnya, dan hingga Rabu berjalan hampir tiga minggu tanpa penularan lokal Covid-19.

Hasil positif ini terputus ketika negara bagian terpadat di Australia mengatakan seorang pekerja di sebuah hotel, tempat para pelancong luar negeri dikarantina selama dua minggu, dinyatakan positif Covid-19.

 

Selanjutnya: Vladimir Putin: Ayo mulai vaksinasi skala besar pekan depan

 




TERBARU

[X]
×