Tak Efektif Pada Sub Varian Omicron, FDA Tarik Otorisasi Terapi Covid-19 dari GSK-Vir

Rabu, 06 April 2022 | 07:50 WIB Sumber: Reuters
Tak Efektif Pada Sub Varian Omicron, FDA Tarik Otorisasi Terapi Covid-19 dari GSK-Vir

ILUSTRASI. Kantor FDA Amerika Serikat

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Regulator kesehatan Amerika Serikat (AS) (FDA) mengatakan bahwa terapi antibodi GlaxoSmithKline dan Vir Biotechnology tidak lagi diizinkan sebagai pengobatan Covid-19. Data menunjukkan obat ini tidak efektif terhadap sub varian Omicron yang dominan di negara tersebut. 

Mengutip Reuters, Rabu (6/4), langkah FDA yang telah menarik otorisasi untuk terapi sotrovimab di sebagian besar timur laut AS bulan lalu, membuat saham Vir Biotechnology turun 11,5%.

Sub-varian virus corona BA.2 yang sangat menular diperkirakan menyebabkan sekitar tiga dari setiap empat kasus Covid-19 di Amerika Serikat, menurut data pemerintah terbaru.

GlaxoSmithKline dan Vir mengatakan pengobatan dengan sotrovimab mempertahankan aktivitas penetralisir terhadap sub-varian BA.2, tetapi yang lain, termasuk peneliti dari Universitas Columbia, tidak setuju.

Baca Juga: Kemunculan Varian China dan Omicron XE Kembali Bikin Dunia Cemas

Vir Biotechnology dalam pengajuan dengan Securities and Exchange Commission mengatakan kedua perusahaan sedang mempersiapkan paket data untuk mendukung penggunaan dosis sotrovimab yang lebih tinggi untuk sub-varian Omicron BA.2, yang akan dibagikan dengan regulator secara global, mengulangi rencana perusahaan dari bulan lalu.

Vir masih mengharapkan untuk mengakui sekitar US$ 1,1 miliar pendapatan kolaborasi ketika dosis sotrovimab dikirimkan pada paruh pertama tahun 2022.

Perusahaan juga berencana untuk mengajukan aplikasi untuk persetujuan penuh obat pada paruh kedua tahun ini, dan berharap untuk memulai dua uji coba tahap akhir pada kuartal kedua untuk menilai apakah sotrovimab dapat mencegah infeksi gejala Covid-19 pada pasien dengan gangguan sistem kekebalan, kata vir.

Juru bicara GSK Lyndsay Meyer mengatakan perusahaan akan terus bekerja dengan pemerintah dan sistem kesehatan, dan memastikan akses berkelanjutan ke sotrovimab. 

Editor: Herlina Kartika Dewi

Terbaru