kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45928,35   -6,99   -0.75%
  • EMAS1.321.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Tak terduga, Kini Jack Ma Memilih Berjualan Makanan Kemasan


Kamis, 30 November 2023 / 10:40 WIB
Tak terduga, Kini Jack Ma Memilih Berjualan Makanan Kemasan
ILUSTRASI. FILE PHOTO: Jack Ma, chairman of Alibaba Group arrives at the 'Tech for Good' Summit in Paris, France May 15, 2019. REUTERS/Charles Platiau/File Photo


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Miliarder Jack Ma, pendiri raksasa E-commerce Alibaba, banting setir ke bisnis jualan makanan kemasan dan produk pertanian. Adapun usaha terbarunya dinamakan "Ma's Kitchen".

Melansir Next Shark, pada minggu lalu, miliarder berusia 59 tahun ini secara resmi mendirikan "Hangzhou Ma's Kitchen Food". Ini merupakan sebuah startup dengan modal terdaftar 10 juta yuan (US$ 1,4 juta). 

Meskipun rincian mengenai model bisnis ini masih dirahasiakan, catatan dari Sistem Publisitas Informasi Kredit Perusahaan Nasional China mengungkapkan bisnis Ma fokus pada makanan kemasan, impor, ekspor, dan produk pertanian yang dapat dimakan.

Ini merupakan perubahan bisnis yang tidak terduga oleh Ma. 

Ma, yang sebelumnya pernah melontarkan pernyataan kritis terhadap sistem keuangan China telah menyebabkan pengawasan ketat atas bisnisnya. Dia lantas menarik diri dari perhatian publik pada tahun 2020 di tengah tindakan keras pemerintah terhadap perusahaan yang ia dirikan, Alibaba dan Ant Group. 

Pada saat itu, IPO Ant ditangguhkan, dan Alibaba menghadapi sanksi berupa denda yang besar.

Baca Juga: Kurangi Saham Alibaba, Jack Ma Resmikan Investasi Baru Perusahaan Makanan Siap Saji

Upayanya baru-baru ini dalam industri makanan menunjukkan adanya poros strategis. Ma's Kitchen menambah serangkaian usaha di bidang pertanian dan pendidikan di negara ini, selaras dengan inisiatif “kemakmuran bersama” Partai Komunis.

Dengan pasar makanan siap saji China mencapai 71,1 miliar yuan (US$ 9,9 miliar) pada tahun 2022, beberapa analis memandang masuknya Ma ke sektor makanan kemasan sebagai langkah ke arah yang benar.

Dalam wawancara dengan CNN, Ben Cavender dari China Market Research Group menyoroti potensi inovasi di sektor ini, dengan menyebutkan perubahan kebiasaan konsumen selama pandemi dan perlambatan ekonomi di China.

Baca Juga: Strategi Cerdas Warren Buffett untuk Sukses Ini Mudah Ditiru

Ma, yang ikut mendirikan Alibaba pada tahun 1999, melepaskan jabatan ketua eksekutifnya pada tahun 2019. Ia kemudian menghabiskan tahun-tahun berikutnya dengan fokus pada proyek filantropi dan pertanian. 

Pekan lalu, dia menjadi berita utama setelah menunda rencana menjual saham Alibaba senilai ratusan juta dolar.




TERBARU

[X]
×