kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.695.000   18.000   0,67%
  • USD/IDR 17.887   62,00   0,35%
  • IDX 6.450   47,94   0,75%
  • KOMPAS100 831   1,62   0,20%
  • LQ45 631   -1,25   -0,20%
  • ISSI 227   4,63   2,08%
  • IDX30 352   -1,25   -0,35%
  • IDXHIDIV20 429   -1,46   -0,34%
  • IDX80 95   0,08   0,09%
  • IDXV30 119   0,94   0,79%
  • IDXQ30 112   -0,32   -0,28%

Taliban meminta komunitas internasional mengakui pemerintahan mereka di Afghanistan


Kamis, 21 Oktober 2021 / 11:48 WIB
ILUSTRASI. Penjualan bendera Islamic Emirate of Afghanistan di depan bekas kedutaan AS di Kabul, Afghanistan, 8 Oktober 2021.


Sumber: TASS | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Taliban secara terbuka meminta negara-negara agar mau mengakui pemerintahan mereka di Afghanistan. Wakil Perdana Menteri sementara Afghanistan, Abdul Salam Hanafi, mengatakan bahwa pengakuan ini juga sangat dibutuhkan oleh rakyat.

Berbicara pada dialog rutin tentang Afghanistan di Moskow hari Rabu (20/10), Hanafi menyerukan kepada masyarakat internasional untuk mengakui pemerintahan yang mereka bentuk.

"Rakyat kami memiliki pemerintah inklusif pertama mereka. Rakyat kami berharap masyarakat internasional mau bekerja sama secara resmi dengan para pejabat (Taliban). Isolasi ini bukan untuk kepentingan siapa pun, sudah terbukti di masa lalu," ungkap Hanafi, seperti dikutip TASS.

Baca Juga: PBB: Tidak mungkin menyelesaikan masalah di Afghanistan tanpa uang

Menurut Hanafi, pemerintahan Afghanistan saat ini telah mampu menjaga stabilitas pemerintahan di seluruh penjuru negara. Stabilitas ini diakuinya baru terjadi untuk pertama kalinya setelah lebih dari 40 tahun.

"Afghanistan dapat membanggakan sistem politik dengan hierarki yang jelas dan dengan satu komando militer," lanjut Hanafi.

Hanafi juga berjanji bahwa pemerintah Afghanistan saat ini siap untuk menjawab setiap pertanyaan dari masyarakat internasional dengan segala kemungkinan kejelasan, transparansi dan keterbukaan. Ia menegaskan bahwa situasi di Afghanistan stabil dan tidak ada ancaman yang akan datang ke negara-negara mana pun.

Pada kesempatan yang sama, Hanafi kembali mengingatkan Amerika Serikat agar mencairkan cadangan Bank Sentral Afghanistan yang berjumlah sekitar US$ 9,4 miliar.

Baca Juga: Taliban: AS melanggar semua hukum internasional dengan mengirim drone




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×