kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.613.000   -9.000   -0,34%
  • USD/IDR 18.102   67,00   0,37%
  • IDX 6.188   2,48   0,04%
  • KOMPAS100 809   1,95   0,24%
  • LQ45 614   1,87   0,31%
  • ISSI 214   0,03   0,01%
  • IDX30 346   0,95   0,28%
  • IDXHIDIV20 428   0,66   0,15%
  • IDX80 92   0,32   0,34%
  • IDXV30 117   0,37   0,32%
  • IDXQ30 111   0,26   0,24%

Taliban meminta komunitas internasional mengakui pemerintahan mereka di Afghanistan


Kamis, 21 Oktober 2021 / 11:48 WIB
ILUSTRASI. Penjualan bendera Islamic Emirate of Afghanistan di depan bekas kedutaan AS di Kabul, Afghanistan, 8 Oktober 2021.


Sumber: TASS | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

"Itu adalah kekayaan semua orang Afghanistan. Orang-orang kami yang menderita tidak harus merasakan dampak dari ketidaksepakatan politik. Menekan kami tidak akan menghasilkan apa pun," kata Hanafi.

Taiban yang telah menguasai Afghanistan sejak 15 Agustus lalu dianggap melahirkan beragam krisis kemanusiaan baru di negara tersebut. Masalah kesejahteraan dan HAM kerap disorot oleh komunitas internasional.

Pada 7 September, Taliban mendeklarasikan pemerintahan sementara yang baru. Pemerintahan ini dibentuk oleh anggota Taliban saja, yang sebagian besar mewakili kelompok etnis terbesar di Afghanistan, Pashtun.

Selanjutnya: Ratusan fasilitas medis di Afghanistan terancam tutup setelah ditinggal negara Barat




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×