kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -20.000   -0,77%
  • USD/IDR 17.909   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.926   -10,17   -0,17%
  • KOMPAS100 765   -0,18   -0,02%
  • LQ45 589   -1,71   -0,29%
  • ISSI 206   -0,73   -0,35%
  • IDX30 328   -1,45   -0,44%
  • IDXHIDIV20 422   -0,98   -0,23%
  • IDX80 87   -0,08   -0,10%
  • IDXV30 116   -0,04   -0,04%
  • IDXQ30 108   -0,46   -0,42%

Tanggapi pakta pertahanan AS dkk, China: Mereka punya mental Perang Dingin


Kamis, 16 September 2021 / 11:29 WIB
ILUSTRASI. Bendera China dan AS berkibar di dekat Bund, sebelum delegasi perdagangan AS bertemu dengan rekan-rekan China mereka untuk mengadakan pembicaraan di Shanghai, China 30 Juli 2019.


Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. China merespons cukup keras terkait dibentuknya kemitraan tiga arah antara Amerika Serikat (AS), Inggris, dan Australia yang fokus pada sektor pertahanan. Kedutaan China di Washington bahkan menyebut ketiga negara memiliki mental Perang Dingin yang berbahaya.

Juru bicara kedutaan China Liu Pengyu mengatakan bahwa tidak sepantasnya ketiga negara tersebut membentuk blok eksklusif yang bisa merugikan pihak lain.

Pihak China bahkan dengan tegas menyebut AS dan sekutunya masih memiliki mental Perang Dingin.

"Negara-negara itu tidak boleh membangun blok eksklusif yang menargetkan atau merugikan kepentingan pihak ketiga. Secara khusus, mereka harus melepaskan mentalitas Perang Dingin dan prasangka ideologis mereka," ungkap Liu, seperti dikutip Reuters.

Baca Juga: AS dan Inggris siap membantu Australia untuk memperoleh kapal selam bertenaga nuklir

AS, Inggris, dan Australia pada hari Rabu (15/9) mengumumkan telah membentuk kemitraan baru bernama AUKUS yang fokus di bidang pertahanan dan keamanan di kawasan Indo-Pasifik.

Salah satu program utama yang telah diumumkan adalah untuk membantu Australia dalam memperoleh kapal selam nuklir. Meski tidak menyinggung China dalam pengumumannya, pakta pertahanan ini memang bisa dilihat sebagai upaya untuk menyaingi pengaruh militer China di kawasan tersebut.

Selain kapal selam nuklir, Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan bahwa negaranya juga akan memperoleh rudal jarak jauh Tomahawk dari AS. Menurut Morrison, kehadiran rudal Tomahawk ini akan meningkatkan kemampuan serangan jarak jauh Australia.

Kemitraan AUKUS diumumkan langsung pembentukannya oleh Presiden AS Joe Biden, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dan Perdana Menteri Australia Scott Morrison secara virtual.

Pengadaan kapal selam nuklir untuk Australia akan menjadi fokus utama bagi AUKUS untuk saat ini. PM Morrison mengatakan kapal selam akan dibangun di Adelaide di negara bagian Australia Selatan.

Dalam pengumuman virtual tiga arah dari masing-masing ibu kota negara, para pemimpin menekankan Australia tidak akan menurunkan senjata nuklir tetapi menggunakan sistem propulsi nuklir untuk kapal. Tujuan utamanya adalah untuk menjaga diri dari ancaman di masa depan.

Selanjutnya: Selandia Baru melarang kapal selam nuklir Australia memasuki wilayah perairannya




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×