kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Tangkal China, India Bangun 6 Kapal Selam Baru Berkongsi dengan ThyssenKrupp Jerman


Minggu, 26 Januari 2025 / 21:01 WIB
ILUSTRASI. FILE PHOTO: Indian Navy officers stand on INS Vagir, the fifth submarine of Project 75, during its commissioning ceremony at the Naval Dockyard in Mumbai, India, January 23, 2023. REUTERS/Niharika Kulkarni/File Photo


Sumber: Reuters | Editor: Syamsul Azhar

KONTAN.CO.ID - NEW DELHI - Pembuat kapal Jerman ThyssenKrupp dan mitra India-nya telah menyelesaikan uji coba lapangan untuk membangun enam kapal selam konvensional canggih untuk Angkatan Laut India.

ThyssenKrupp dikabarkan menjadi penawar paling potensial bahkan satu-satunya perusahaan yang paling mungkin untuk menggarap proyek kapal selam India senilai US$ 5 miliar.

Perusahaan pesaing yang potensial bagi mereka adalah produsen kapal milik negara Spanyol Navantia, yang bermitra dengan Larsen & Toubro (L&T) India. 

Tonton: Momen Presiden Prabowo di Kereta Kencana Dikawal Pasukan Berkuda India

Namun menurut seorang sumber pertahanan India, kongsi Spanyol Navantia dan Larsen & Toubro tidak dapat memenuhi persyaratan angkatan laut dalam uji coba yang diadakan pada tahun 2024 untuk menguji teknologi utama.

Proyek ini penting bagi upaya India untuk memodernisasi militernya dan meningkatkan kemampuan angkatan lautnya dalam menghadapi kehadiran China yang semakin besar di wilayah Samudra Hindia.

Mitra ThyssenKrupp di India yakni Mazagon Dock Shipbuilders Ltd milik negara, mengatakan dalam pengajuan pertukaran pada hari Kamis (23/1) bahwa uji coba lapangannya untuk proyek tersebut berhasil dan kementerian pertahanan India telah mengundang perusahaan tersebut untuk negosiasi komersial minggu depan.

Baca Juga: Hasil Penyelidikan CIA: Virus Covid-19 Berasal dari Kebocoran Lab di Wuhan China

Kementerian pertahanan, L&T dan mitra kapal selamnya tidak menanggapi permintaan komentar atas informasi ini.

Seagai gambaran, persyaratan utama untuk proyek ini adalah teknologi propulsi independen udara (AIP), yang akan memungkinkan kapal selam serang diesel-listrik untuk tetap berada di bawah air selama lebih dari dua minggu. 

Kapal selam konvensional tanpa teknologi AIP harus muncul ke permukaan setiap beberapa hari untuk mengisi baterainya.

Menurut lembaga nirlaba Nuclear Threat Initiative saat ini, sebanyak 17 kapal selam konvensional yang dioperasikan oleh Angkatan Laut India tidak memiliki teknologi AIP, yang dimiliki oleh tetangga India, China dan Pakistan.

Para analis mengatakan proyek untuk enam kapal selam baru India telah tertunda lebih dari satu dekade, dengan yang pertama sekarang diharapkan tiga hingga lima tahun setelah kontrak disepakati.

Sekitar setengah dari kapal selam konvensional India telah menjalani beberapa peningkatan kapasitas dan modifikasi selama beberapa tahun terakhir dan mendekati akhir masa produktifnya.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×