kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Tantang AS, Erdogan: Apa pun sanksi yang mungkin diberikan ke Turki, jangan ditunda


Selasa, 27 Oktober 2020 / 00:00 WIB
ILUSTRASI.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - ANKARA. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sekali lagi menegaskan, Turki tidak bakal menolak sistem pertahanan udara S-400 buatan Rusia, terlepas dari posisi Amerika Serikat (AS).

"Amerika Serikat tidak mengerti siapa yang dihadapinya. Anda (AS) mengatakan, untuk mengirim S-400 kembali ke Rusia. Tapi, kami bukan negara suku, kami adalah Turki," tegas Erdogan, Minggu (25/10).

Dia menyatakan, AS bebas mengenakan sanksi apa pun yang mereka sukai atas Turki. "Apa pun sanksi yang mungkin diberikan, jangan tunda penerapannya," katanya seperti dikutip TASS.

Menurut Erdogan, Turki "telah membayar sejumlah uang untuk program jet tempur siluman F-35 generasi kelima kepada AS. "Tetapi, Amerika Serikat tidak mengirimkannya," ungkap dia.

Baca Juga: Kecemasan NATO terbukti, Turki uji coba rudal S-400 buatan Rusia di Laut Hitam

Rudal canggih S200 buatan Rusia
Rudal canggih S200 buatan Rusia

Melanjutkan uji coba rudal S-400

Pada Jumat (23/10) pekan lalu, Presiden Turki mengonfirmasi bahwa uji peluncuran dari sistem pertahanan anti-pesawat S-400 telah dilakukan selama latihan pada 16 Oktober. 

Ia mengatakan, Turki berencana untuk melanjutkan uji peluncuran rudal S-400, terlepas dari posisi AS.

Sebelumnya, Departemen Luar Negeri AS menyatakan, tindakan Turki itu bertentangan dengan kewajibannya sebagai anggota NATO. Kementerian Pertahanan Turki membantah tuduhan AS tersebut.

Rusia mengatakan, pada September 2017, mereka telah menandatangani kontrak senilai US$ 2,5 miliar untuk sistem pertahanan udara S-400 dengan Turki. 

Baca Juga: Turki uji coba sistem pertahanan udara S-400 buatan Rusia, AS mengutuk keras




TERBARU

[X]
×