Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika
KONTAN.CO.ID - MUMBAI. Grup Tata membidik pendapatan bisnis otomotif sebesar US$ 100 miliar pada tahun buku yang berakhir Maret 2031. Target ambisius tersebut ditopang ekspansi di seluruh lini bisnis otomotif setelah pemisahan (demerger) bisnis kendaraan penumpang dan kendaraan komersial Tata Motors.
Mengutip Bloomberg (9/7), Ketua Tata Group Natarajan Chandrasekaran mengatakan, Jaguar Land Rover (JLR) akan menjadi kontributor terbesar dengan target pendapatan US$ 45 miliar hingga US$ 50 miliar. Sementara itu, bisnis kendaraan komersial diproyeksikan menghasilkan sekitar US$40 miliar, sedangkan sisanya berasal dari bisnis mobil penumpang dan komponen otomotif.
Untuk mendukung target tersebut, Tata Motors menyiapkan investasi besar dalam lima tahun ke depan. Bisnis domestiknya akan menggelontorkan sekitar 4 triliun rupee atau setara US$ 41,9 miliar, sedangkan unit mobil mewah Jaguar Land Rover yang berbasis di Inggris akan menginvestasikan sekitar £20 miliar atau US$ 26,8 miliar.
Dana tersebut akan digunakan untuk mengembangkan produk baru, mempercepat elektrifikasi kendaraan, meningkatkan kapasitas manufaktur, serta memperkuat pengembangan teknologi.
Baca Juga: Tata Motors Pasang Target Pangsa Pasar Mencapai 20%, Siap Dominasi India!
Di segmen kendaraan penumpang, Tata Motors menargetkan peningkatan pangsa pasar di India menjadi 20% pada Maret 2031 dari posisi saat ini 14,2%. Target itu akan didorong melalui peluncuran enam model baru dan lebih dari 20 penyegaran produk.
Chandrasekaran juga optimistis model Sierra yang baru dihidupkan kembali berpotensi menjadi salah satu produk terlaris perusahaan.
Di pasar kendaraan listrik, Tata Motors Passenger Vehicles yang saat ini menguasai hampir 45% pangsa pasar domestik berupaya mempertahankan dominasinya dengan memperluas portofolio kendaraan di berbagai segmen harga.
Sementara itu, produsen baterai Agratas Ltd. dijadwalkan mulai berproduksi pada 2027. Pabrik tersebut akan memasok kebutuhan baterai bagi Jaguar Land Rover maupun Tata Motors, sejalan dengan strategi Grup Tata untuk melokalisasi produksi baterai dan memperkuat rantai pasok kendaraan listrik.
Baca Juga: Tata Motors Rilis Punch EV, Bidik Segmen Mobil Listrik Murah di India














