kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.805.000   -25.000   -0,88%
  • USD/IDR 17.319   108,00   0,63%
  • IDX 7.446   -95,65   -1,27%
  • KOMPAS100 1.015   -16,20   -1,57%
  • LQ45 725   -11,02   -1,50%
  • ISSI 270   -3,20   -1,17%
  • IDX30 398   -3,90   -0,97%
  • IDXHIDIV20 488   -3,64   -0,74%
  • IDX80 114   -1,77   -1,53%
  • IDXV30 140   -0,64   -0,45%
  • IDXQ30 127   -1,03   -0,81%

Bidik Pasar Australia, Microsoft Siapkan Investasi A$ 25 Miliar di Negeri Kanguru


Kamis, 23 April 2026 / 10:51 WIB
Bidik Pasar Australia, Microsoft Siapkan Investasi A$ 25 Miliar di Negeri Kanguru


Sumber: Reuters | Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - SIDNEY. Microsoft mengumumkan rencana investasi senilai A$ 25 miliar, sekitar Rp 308,66 triliun, di Australia. Investasi ini ditargetkan tercapai di akhir 2029.

Reuters melaporkan, Kamis (23/4/2026), Microsoft akan menggunakan dana tersebut untuk meningkatkan kapasitas komputasi dan kecerdasan buatan, seiring potensi pertumbuhan permintaan teknologi akal imitasi (AI) di Australia.

Microsoft mengatakan investasi tersebut akan mendukung perluasan superkomputer Azure AI dan infrastruktur cloud, memperkuat keamanan siber, serta mempromosikan pengembangan keterampilan AI di seluruh negeri.

Baca Juga: Australia Siap Investasi AU$ 2 Miliar di Infrastruktur Asia Tenggara, Indonesia Siap?

"Australia memiliki peluang besar untuk menerjemahkan AI menjadi pertumbuhan ekonomi nyata dan manfaat sosial," kata Satya Nadella, CEO Microsoft, seperti dikutip Reuters, Kamis (23/4/2026). Nadella menyebut ini merupakan investasi terbesar Microsoft di Australia hingga saat ini.

Microsoft juga mengumumkan rencana untuk memperluas layanan cloud komersial dan AI, termasuk penawaran unit pemrosesan grafis (GPU), untuk pelanggan Australia lebih dari 140% pada akhir tahun 2029.

Analis menilai rencana ekspansi ini merupakan langkah bisnis penting. "Ini adalah bentuk kepercayaan yang serius terhadap Australia sebagai pasar AI kelas satu," kata Josh Gilbert, Analis eToro, sebuah perusahaan investasi.

Baca Juga: Ant International Bidik Pasar Pembayaran RI, Siap Garap Transaksi Lintas Negara

Gilbert menyebut, fakta bahwa Microsoft sekarang menginvestasikan modal besar di Australia, bersamaan dengan langkah serupa di seluruh dunia, menunjukkan kawasan ini sepenuhnya termasuk dalam rencana pengembangan AI.

Investasi ini juga datang pada saat Microsoft menghadapi persaingan yang semakin ketat di segmen asisten AI. Copilot, AI milik Microsoft, bersaing dengan produk sejenis seperti Claude dari Anthropic dan Gemini dari Google.

Bridgewater Associates mencatat, Microsoft dan para pesaingnya di bidang teknologi besar, Alphabet, Amazon, dan Meta, secara kolektif akan menginvestasikan sekitar US$ 650 miliar untuk meningkatkan infrastruktur terkait AI tahun ini.

Baca Juga: Harga Minyak Tembus US$100, Bursa Saham India Diproyeksi Melemah

Sebelumnya, Microsoft juga pernah mengumumkan komitmen investasi sebesar A$ 5 miliar pada 2023, yang bertujuan untuk memperluas infrastruktur komputasi awan hyperscale dan AI di Australia.

Pemerintah Australia menyambut baik pengumuman tersebut, dan mengatakan akan berkolaborasi dengan Microsoft untuk memperkirakan kebutuhan infrastruktur dan memperkuat sistem energi negara.

"Lebih banyak pelatihan, teknologi yang lebih baik, dan peluang baru bagi warga Australia untuk maju. Itulah arti investasi AI besar-besaran yang diumumkan Microsoft hari ini bagi Australia," kata Perdana Menteri Anthony Albanese dalam sebuah unggahan di X.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×