kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.805.000   -25.000   -0,88%
  • USD/IDR 17.325   114,00   0,66%
  • IDX 7.535   -6,23   -0,08%
  • KOMPAS100 1.029   -2,69   -0,26%
  • LQ45 735   -1,09   -0,15%
  • ISSI 273   -0,38   -0,14%
  • IDX30 402   0,76   0,19%
  • IDXHIDIV20 493   1,12   0,23%
  • IDX80 115   -0,27   -0,24%
  • IDXV30 142   0,63   0,45%
  • IDXQ30 129   0,32   0,25%

Pendiri Telegram Diburu Rusia, Pavel Durov: “Bangga Dinyatakan Bersalah!”


Kamis, 23 April 2026 / 08:18 WIB
Pendiri Telegram Diburu Rusia, Pavel Durov: “Bangga Dinyatakan Bersalah!”
ILUSTRASI. Pavel Durov, pendiri Telegram, menerima surat panggilan "tersangka" di alamat lamanya. (Dok./REUTERS)


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Pavel Durov, pendiri aplikasi pesan Telegram, mengatakan pada Rabu (22/4/2026) bahwa ia telah menerima surat panggilan di Rusia yang dikirim ke alamat lamanya, dan surat tersebut menyebut namanya sebagai “tersangka” dalam sebuah kasus pidana.

Melansir Reuters, Rusia meningkatkan upayanya untuk menundukkan Telegram pada Februari lalu, dengan mengumumkan melalui surat kabar milik negara bahwa pihaknya sedang menyelidiki Durov yang merupakan miliarder, dalam sebuah kasus pidana terkait tuduhan terorisme.

Durov, melalui unggahan di Telegram, memposting salinan surat panggilan yang dikirim melalui layanan pos Rusia.

“Apartemen di Rusia tempat saya tinggal 20 tahun lalu menerima surat panggilan untuk ‘Tersangka P.V. Durov’,” tulisnya.

Baca Juga: Menteri Angkatan Laut AS John Phelan Dipecat di Tengah Perang dengan Iran

“Mereka pasti mencurigai saya karena membela Pasal 29 dan 23 Konstitusi Rusia, yang menjamin kebebasan berbicara dan hak atas korespondensi pribadi. Bangga dinyatakan bersalah!”

Otoritas Rusia berupaya memblokir Telegram, yang memiliki lebih dari 1 miliar pengguna aktif dan digunakan secara luas baik di Rusia maupun Ukraina. Rusia juga berusaha mengarahkan puluhan juta warganya untuk beralih ke aplikasi alternatif yang didukung negara bernama MAX.

Telegram berulang kali membantah tuduhan Rusia bahwa aplikasinya menjadi sarang aktivitas kriminal serta telah disusupi oleh intelijen Barat maupun Ukraina.

Tonton: Trump: AS Cegat Kapal Yang Memuat Hadiah China untuk Iran! Berisi Senjata?

Surat kabar resmi pemerintah, Rossiyskaya Gazeta, menerbitkan artikel pada Februari yang disebut “berdasarkan materi dari Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB)”, yang menuduh Telegram sebagai “alat untuk ancaman hibrida”.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×