kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.900.000   50.000   1,75%
  • USD/IDR 17.015   -85,00   -0,50%
  • IDX 7.279   308,18   4,42%
  • KOMPAS100 1.006   48,66   5,08%
  • LQ45 734   31,96   4,56%
  • ISSI 261   11,11   4,45%
  • IDX30 399   16,64   4,35%
  • IDXHIDIV20 487   15,47   3,28%
  • IDX80 113   5,31   4,92%
  • IDXV30 135   4,22   3,24%
  • IDXQ30 129   4,64   3,73%

Rusia Periksa Pendiri Telegram, Terkait Kasus Pidana jadi Fasilitator Teror


Selasa, 24 Februari 2026 / 13:10 WIB
Rusia Periksa Pendiri Telegram, Terkait Kasus Pidana jadi Fasilitator Teror
ILUSTRASI. Pendiri Telegram, Pavel Durov, kini dalam penyelidikan pidana oleh FSB Rusia.


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Rusia sedang menyelidiki pendiri Telegram, Pavel Durov, sebagai bagian dari kasus pidana terkait "fasilitasi kegiatan teroris", lapor surat kabar milik negara Rossiyskaya Gazeta, mengutip Dinas Keamanan Federal (FSB).

Durov tidak dapat dihubungi segera untuk memberikan komentar mengenai laporan tersebut, tetapi dalam beberapa hari terakhir Telegram telah membantah sejumlah tuduhan dari Rusia bahwa aplikasi tersebut merupakan tempat berlindung bagi aktivitas kriminal dan telah dikendalikan oleh intelijen Barat dan Ukraina.

"Tindakan kepala Telegram, P. Durov, sedang diselidiki sebagai bagian dari kasus pidana berdasarkan kejahatan berdasarkan Pasal 205.1 (bantuan terhadap kegiatan teroris) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Rusia," lapor Rossiyskaya Gazeta dalam sebuah artikel yang menurutnya "berdasarkan materi dari FSB Rusia".

Baca Juga: El Mencho Tewas: Cinta Rahasia Ungkap Lokasi Gembong Narkoba Meksiko

Telegram, yang mengklaim memiliki lebih dari 1 miliar pengguna aktif di seluruh dunia, tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters.

Regulator komunikasi negara Rusia telah memberlakukan pembatasan pada Telegram, yang sangat populer di Rusia untuk komunikasi publik dan pribadi, karena menurut mereka Telegram gagal menghapus konten ekstremis.

Moskow berupaya agar warga Rusia beralih ke aplikasi yang didukung negara yang dikenal sebagai MAX, yang diluncurkan hampir setahun yang lalu.


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×