kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.830.000   -50.000   -1,74%
  • USD/IDR 17.250   39,00   0,23%
  • IDX 7.542   -17,77   -0,24%
  • KOMPAS100 1.031   -8,30   -0,80%
  • LQ45 736   -7,70   -1,04%
  • ISSI 273   -0,06   -0,02%
  • IDX30 401   0,75   0,19%
  • IDXHIDIV20 492   5,09   1,05%
  • IDX80 115   -0,96   -0,82%
  • IDXV30 141   2,14   1,54%
  • IDXQ30 129   0,46   0,36%

37.000 Buruh Samsung Bersiap Demo, Produksi Chip Dunia Bisa Tersendat


Kamis, 23 April 2026 / 07:08 WIB
37.000 Buruh Samsung Bersiap Demo, Produksi Chip Dunia Bisa Tersendat
ILUSTRASI. Ancaman mogok pekerja Samsung berpotensi ganggu pasokan chip global. Kalkulasi terbaru menunjukkan dampak besar pada harga chip AI. (REUTERS/Kim Hong-Ji)


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Serikat pekerja di Samsung Electronics mengatakan mereka memperkirakan sekitar 37.000 karyawan akan menghadiri aksi unjuk rasa di Korea Selatan pada Kamis (23/4/2026). Aksi ini digelar menjelang ancaman mogok kerja bulan depan yang berpotensi mengganggu pasokan chip, di tengah lonjakan permintaan akibat perkembangan kecerdasan buatan (AI).

Melansir Reuters, aksi tersebut akan berlangsung di kompleks pabrik chip raksasa Samsung di Pyeongtaek. Unjuk rasa ini menegaskan meningkatnya risiko ketenagakerjaan yang dihadapi produsen chip terbesar di dunia tersebut, yang selama ini relatif kebal dari gejolak buruh yang sering terjadi di perusahaan lokal lain seperti Hyundai Motor.

Samsung sebelumnya dikenal memiliki praktik anti-serikat pekerja, namun pada 2024 karyawannya melakukan aksi walkout (mogok/meninggalkan pekerjaan) untuk pertama kalinya. Sejak itu, jumlah anggota serikat meningkat tiga kali lipat menjadi lebih dari 90.000 orang, atau mewakili lebih dari 70% dari total tenaga kerja Samsung di Korea Selatan yang berjumlah 125.000 orang.

Para pekerja semakin berani menuntut hak karena perusahaan-perusahaan chip mencatat keuntungan rekor, seiring permintaan besar terhadap infrastruktur AI yang membuat pasokan ketat dan harga chip naik.

Pesaing utama di kota yang sama, SK Hynix, pada September lalu menerima tuntutan serikatnya terkait reformasi kompensasi dan bonus besar. Hal itu memicu frustrasi karyawan Samsung akibat kesenjangan upah, sekaligus mendorong lonjakan keanggotaan serikat.

Baca Juga: Pergantian CEO Melanda Perusahaan Ritel dan Barang Konsumen Global, Apa yang Terjadi?

“Pertumbuhan anggota serikat yang fenomenal mencerminkan seruan yang bersatu dan mendesak dari para karyawan untuk perubahan di Samsung Electronics,” kata Choi Seung-ho, pemimpin serikat terbesar Samsung, pekan lalu.

Choi mengatakan banyak pekerja telah pindah ke SK Hynix, sementara pesaing lain seperti Micron bahkan Tesla juga berupaya merekrut insinyur Samsung. Samsung tidak mengungkap data tingkat pergantian karyawan.

Pada Maret, Co-CEO Jun Young-hyun mengakui Samsung tertinggal dari pesaingnya dalam hal daya saing upah karena kinerja pendapatan chip yang lesu. Namun ia mengatakan kesenjangan itu akan mengecil seiring pemulihan pasar chip.

Masih belum jelas berapa banyak pekerja yang benar-benar akan ikut aksi tersebut. Samsung telah memperingatkan akan mengambil langkah hukum apabila serikat mengganggu fasilitas keselamatan yang membutuhkan lebih dari 2.000 pekerja untuk beroperasi.

Seorang anggota serikat yang bekerja di kelompok dukungan TI Samsung mengatakan dirinya dibanjiri permintaan dari rekan kerja yang mencari rompi untuk dikenakan dalam aksi tersebut.

Jika tidak tercapai kesepakatan, serikat pekerja berencana melakukan mogok selama 18 hari mulai 21 Mei.

Seo Ji-yong, profesor administrasi bisnis di Universitas Sangmyung, mengatakan mogok kerja dapat menunda pengiriman kepada pelanggan, mendorong harga chip naik lebih tinggi, dan menguntungkan para pesaing. Namun sejumlah pakar lainnya mengatakan otomatisasi pabrik dan penggunaan subkontraktor oleh Samsung akan mengurangi dampaknya.

Tonton: Bos Nvidia Warning! Dominasi AI Amerika Terancam China

Salah satu isu paling kontroversial adalah tuntutan serikat untuk menghapus batas maksimum pembayaran insentif kinerja, yang saat ini ditetapkan sebesar 50% dari gaji pokok tahunan, tetapi ditolak manajemen.

Serikat juga menuntut agar 15% dari laba operasional tahunan dialokasikan sebagai insentif kinerja, serta kenaikan gaji pokok sebesar 7%.

Manajemen menawarkan 10% dari laba operasional untuk insentif kinerja, serta tambahan dana agar karyawan divisi memori menerima pembayaran lebih tinggi dibanding pesaing tahun ini.

SK Hynix, yang diperkirakan mencatat lonjakan laba operasional kuartal pertama hingga lima kali lipat pada Kamis, telah menyetujui reformasi serupa, sehingga memperlebar kesenjangan upah dengan pekerja Samsung, menurut serikat pekerja.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×